Priscila Mariana Anak SoE Jadi Menteri PPA Sehari di Jakarta
Priscila Mariana, pelajar SMK Negeri dua Soe-Kabupaten TTS, Selasa (11/2016), menjadi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan perlindugan Anak Sehari.
Penulis: omdsmy_novemy_leo | Editor: omdsmy_novemy_leo
Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Novemy Leo
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Priscila Mariana, pelajar SMK Negeri dua Soe-Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Selasa (11/2016), menjadi Menteri sehari dan diberikan kesempatan memimpin rapat kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, di Kementerian dimaksud
Rapat itu dihadiri juga oleh 22 anak terpilih dari 11 propinsi di Indonesia, dimana mereka bertindak sebagai jajaran pejabat tinggi di kedua kementerian tersebut. Rapat yang dipimpin oleh anak-anak itu membahas isu tentang isue perkawinan usia anak dan pekerja anak.
Kemudian hasil dari rapat itu diserahkan ke Menteri yang sesunguhnya sebagai rekomendasi dalam pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan khususnya untuk SDG ke-5 yang befokus pada pencapaian kesetaraan gender. Anak-anak itu diseleksi melalui Flog dan selsksi oleh Tim kemeterian dan PLAN Internasonal Indoensia.
Demikian siaran pers yang disampaikan PLAN Indonesia kepada Pos Kupang, Selasa (11/10/2016). Dalam proses seleksi di Jakarta sejak tanggal 1 Oktober 2016 itu mereka mengikuti karantina sehari untuk mengikuti pelatian dan orientasi sebelum ditunjuk dan dipilih oleh Menteri PPA Yohana Yembise dan Menteri Ketenagakerjaan, Hanif Dhakiri untuk mengisi posisi mereka.
Di Indonesia, Because i am a girl movement pada hari anak tanggal 11 Oktober 2016, diisi dengan kegiatan sehari menjadi menteri. Dimana dua anak perempuan terpilih dan mengisi jabatan menteri pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak serta menteri ketenagakerjaan.
"Kami juga berhasil meyakinkan Pemprop NTT serta Pemprop Kebupaten Lembata, Sikka dan TTS agar memberikan kesempatan sehari kepada anak perempuan untuk jadi guberur dan bupati. Meksipun simbolis hal itu menunjukkan tingginya komitmen pemerintah dan masyarakat untuk memberikan kesempatan kepada anak perempuan untuk belajar memimpin, memutuskan dan tumbuh dengan potensi maksimalnya," kata Countri Direktur PLAN Internaisonal Indoensia, Ningning Remata Efora, di Jakrata.
CEO of PLAN Internasional, kata Ane Birgtite A, menjelaskan, sekitar 200 posisi kunci di seluruh dunia akan diisi oleh anak perempuan di lebih dari 50 negara pada perayaan Hari Anak Perempuan Internasional tanggal 11 Oktober 2016.
Anak perempuan akan menjabat sebagia Presiden, Perdana Menteri, menteri, kepala daeah dan kepala kepolisian, pemimpin redaksi dan pemimpin beberapa koperasi global. Aksi Girls Take Over ini menjadi simbol dari gerakan global pemberadayan anak global bertajuk "Becaues i am a girl, yang diinsiasi PLAN Internasional.
"Kami menyadari bahwa belum ada satu pun negara yang betul-betul memperhatikan kesejahteraan gender secara total. Pengambil alian posisi penting di sektor politik ekonomi dan sosial oleh anak perempuan pada hari anak perempuan internasionali menjadi pertunjukan luar biasa dari anak-anak perempuan di seluruh dunia. Mereka memiliki kekuatan dan ketrampilan untuk tampil sebagai pemimpin," kata Ane.
Menurut Ane, diskriminasi menyebabkan perempuan dan anak perempuan tertinggal dan tidak terihat diposisi posisi kunci. Hanya 10 dari 152 kepala negara yang dijabat perempuan. Selain itu dari 500 korporasi teratas dunia, jabatan CEO yang diisi oleh perempuan kurang dari 4 persen. Karena itu, menurut Anne, perayaan hari anak perempuan internasional harus dijadikan momentum untuk memberikan kesempatan yang lebih luas kepada anak perempuan untuk dapat memimpin, memutuskan dan tumbuh dengan potensi maksimalnya.
Di Indonesia, Because i am a girl movement pada hari anak tanggal 11 Oktober 2016, diisi dengan kegiatan sehari menjadi menteri. Dimana dua anak perempuan terpilih dan mengisi jabatan menteri pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak serta menteri ketenagakerjaan.
Kami juga berhasil meyakinkan Pemprop NTT serta Pemprop Kebupaten Lembata, Sikka dan TTS agar memberikan kesempatan sehari kepada anak perempuan untuk jadi guberur dan bupati. Meksipun simbolis hal itu menunjukkan tingginya komitmen pemerintah dan masyarakat untuk memberikan kesempatan kepada anak perempuan untuk belajar memimpin, memutuskan dan tumbuh dengan potensi maksimalnya," kata Countri Direktur PLAN Internaisonal Indoensia, Ningning Remata Efora, di Jakarta. (*/vel)