Pembalut Wanita Diatur dengan Perdes
Peraturan tersebut mewajibkan kaum wanita desa setempat untuk menggunakan pembalut alami ketika menstruasi.
POS KUPANG.COM, WONOSOBO-- Pemerintah Desa Wulungsari, Kecamatan Selomerto, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, menerbitkan peraturan desa (Perdes) tentang pembalut wanita ramah lingkungan.
Peraturan tersebut mewajibkan kaum wanita desa setempat untuk menggunakan pembalut alami ketika menstruasi.
Kepala Desa Wulungsari Agus Martono menjelaskan, Perdes itu diterbitkan setelah warga mengeluhkan banyaknya sampah pembalut bekas pakai (sintetis) saat proses pemilahan sampah di bank sampah terpadu di desa yang terletak sekitar 3 kilometer dari ibu kota Kecamatan Selomerto itu.
Keberadaan sampah pembalut sampah sintetis itu dinilai sangat mengganggu karena tidak bisa didaur ulang seperti sampah jenis lainnya.
"Kemudian kami sepakat untuk membuat Perdes ini dengan tujuan untuk mengurangi sampah pembalut bekas," kata Agus, Selasa (11/10/2016).
Menurut Agus, regulasi tersebut cukup efektif karena setelah diterapkan beberapa bulan terakhir, sebagian besar kaum wanita di Desa Wulungsari merasakan kenyamanan dengan pembalut alami.
"Di sisi lain, pembalut alami juga lebih sehat dibanding pembalut sintetis. Pembalut sintetis disinyalir menjadi faktor penyebab kanker serviks," jelas Agus.
Ketua PKK Desa Wulungsari, Eka Wastiah Martono memaparkan bahwa ide awal pembuatan pembalut alami ini dicetuskan oleh salah satu wanita warga setempat, Ganti Astuti. Ide tersebut dinilai sesuai dengan keluhan warga terkait sampah pembalut sintetis.
"Beliau yang mencoba menciptakan pembalut berbahan dasar kain antitembus, dan dapat dicuci ulang saat selesai digunakan," terang Eka.
Proses pembuatan pembalut alami ini, lanjut Eka, memang tidak mudah karena harus menggunakan bahan tertentu yang dinilai nyaman dipakai, tidak mudah tembus, serta mudah dicuci dan disetrika.
"Setidaknya tiga kali proses melalui ujicoba pakai, hingga bisa dipasarkan melalui warung-warung yang ada di sekitar Desa Wulungsari," imbuh Eka.
Sebelum digunakan, pembalut ini harus dicuci dengan sabun mandi dan disterelisasi dengan diseterika. Kini, kaum perempuan bisa dengan mudah mendapatkan pembalut ramah lingkungan di warung terdekat dengan harga cukup terjangkau.
"Harganya mulai dari Rp 20.000 per bungkus berisi 2 pembalut, dan Rp 40.000 per bungkus berisi 4 pembalut," rincinya.
Atas inovasi tersebut, PKK Desa Wulungsari dipilih untuk mewakili Kabupaten Wonosobo dalam Lomba Halaman Asri Teratur dan Nyaman (Hatinya) PKK tingkat Provinsi Jawa Tengah dalam waktu dekat ini.
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Wonosobo Fairuz Eko Purnomo menyambut baik Perdes Desa Wulungsari tersebut. Fairuz terkesan dengan kreasi warga dan komitmen mereka dalam menjaga lingkungan serta kesehatan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/perdes-pembalut-wanita_20161012_093607.jpg)