Keterangan Anton Berbelit
Anton kerap membuat alibi dan cenderung memberi keterangan bohong alias di luar fakta kejadian
POS KUPANG. COM, DEPOK - Bukan tanpa sebab, penyidik kembali menyisir dua lokasi tempat kejadian. Kapolresta Depok Komisaris Besar Harry Kurniawan menyebut, polisi membutuhkan barang bukti lantaran Anton kerap memberi keterangan yang berubah-ubah.
"Sehingga kami masih kurang puas atas keterangan dan pengakuan dari tersangka. Tapi itu hak dia," kata Harry.
Ia menjelaskan, Anton kerap membuat alibi dan cenderung memberi keterangan bohong alias di luar fakta kejadian. Sebut saja saat Anton mengaku ada orang lain yang memberi racun ke kopi untuk kedua korban. Semula Anton menyebut hal itu dikerjakan Didin. Namun, belakangan baru diketahui kalau pengakuan itu sekedar karangan pelaku belaka.
Hal lain, kata Harry, AntoN mengaku baru lima bulan membuat padepokan Satria Aji Danurwenda melalui jejaring sosial facebook untuk menipu korbannya. Belakangan diketahui, pelaku sudah melakukan itu setahun lebih.
"Pelaku juga mengaku baru kali ini berupaya melakukan penipuan. Namun kami duga sudah cukup sering," kata Harry.
"Tersangka terus menerus menciptakan alibi dan inilah yang harus kami patahkan dengan bukti dan fakta di lapangan. Karena pengakuan dari tersangka itu, nilainya nol sebagai alat bukti," sambung dia.
Warga Geram
Aksi polisi membawa Anton ke dua tempat kejadian perkara kasus pembunuhan, membuat warga sekitar meradang. Anton yang mengenakan baju tahanan dan penutup kepala alias gasebo terus diteriaki warga.
"Huuu, orangnya pendiam, tapi ternyata pembunuh sadis dan dukun sesat pula," kata Norma (36), salah satu warga Mekarjaya, Sukmajaya, Depok.
Agung (42) warga lainnya meminta penegak hukum menghukum berat Anton. "Dia sudah bikin malu warga kampung sini, dan mengotori kampung. Dia layak dihukum mati, pak Polisi," teriak Agung.
Kegeraman warga itu sudah diantisipasi petugas yang menjaga dan mengawal Anton secara ketat. Terutama saat mendatangi rumah kontrakannya di Jalan M Yusuf, Kelurahan Mekarjaya, Sukmajaya, Depok.Warga yang coba mendekat berhasil dihalau polisi. (bum/wk)