Dugaan Percobaan Amoral Kepsek Siap Dicopot

"Ini kan virus yang tidak baik to, jadi kita akan panggil yang bersangkutan, Senin (5/9/2016) untuk mengetahui persis persoalan yang terjadi.

Editor: Ferry Ndoen

POS KUPANG.COM, KEFAMENANU- "Setelah kita panggil dan menerima klarifikasi dari yang bersangkutan dan ternyata benar ada unsur amoral maka tindakan pertama dan tegas yang akan kita ambil adalah copot dia dari jabatan sebagai kepala sekolah atau pembebebasan dari jabatan. Itu hukuman pertama yang akan kita ambil," kata Kepala Dinas PPO, Kabupatane Timor Tengah Utara (TTU), Donatus Kolo, saat dimintai tanggapan terkait kasus kepsek meminta intimi siswi melalui surat dengan iming-iming uang Rp 1 juta, di ruang kerjanya Jumat (2/9/2016).

Kolo mengatakan, setelah mendapat informasi dan membaca di media massa, ia mengaku indikasi adanya percobaan tindakan tak terpuji sudah jelas. "Ini kan virus yang tidak baik to, jadi kita akan panggil yang bersangkutan, Senin (5/9/2016) untuk mengetahui persis persoalan yang terjadi.

Guru SMA dan SMK di Kefamenanu, TTU, kata Donatus Kolo, sementara berproses untuk dialihkan tanggung jawab ke pemerintah provinsi hingga 1 Oktober 2016. Untuk itu, para guru dan kepala sekolah akan segera menjadi wewenang pemprov. "Kalau masih wewenang pemerintah kabupaten maka kita akan berikan pembinaan dulu," kata Kolo.

Kolo menjelaskan, selama ini sudah ada imbauan dan penegasan saat rapat antara kepala sekolah dan guru terkait pendidikan karakter anak bangsa yang sebelumnya harus dicerminkan oleh para guru sendiri, apalagi seorang kepala sekolah.

"Perilaku amoral, perilaku kekerasan fisik merupakan petunjuk-petunjuk yang tidak pas. Perilaku guru adalah panutan bagi siswa peserta didik. Sepanjang guru memamerkan perilaku yang tidak baik, secara tidak langsung guru mendidik atau menunjukkan karakter yang tidak baik bagi anak didiknya,"ujar Kolo. (abe)

BA : Saya Digosip dengan ADS
BA, saat dikonfirmasi Pos Kupang pertelepon, Jumat (2/9/2016) mengatakan, siap memberikan keterangan dan bertanggungjawab terhadap apa yang telah diperbuat.

Ia mengaku, timbulnya masalah itu lantaran sempat digosip oleh sekelompok orang bahwa ada hubungan gelap dengan ADS.
Untuk itu, kata BA, 10 pertanyaan dan sejumlah uang Rp 1 juta sebagai percobaan agar ADS bisa mengatakan yang sejujurnya, untuk kemudian menjadi bukti pernyataan ADS bahwa tidak adanya kebenaran itu. Selain itu, menjadi bahan acuan dikala ada gosip yang nantinya semakin berkembang. 10 Pertanyaan yang tidak ada kaitan dengan pelajaran, itu sempat disuruh isi langsung di sekolah, di hadapan para guru.

"Saya bilang sekarang ada uang Rp 1 juta, tapi langsung isi (10 pertanyaan) di sini (sekolah). Dia bilang isi di rumah saja, saya bilang kalau isi di rumah bisa jadi masalah. Dia bilang biar saya isi sendiri karena selama ini bilang ada hubungan khusus dengan bapak, saya sering dipanggil untuk bakuisap, bakucium. Jadi saya bilang isi sendiri dan jangan ada yang pengaruhi,"ujarnya.

BA tidak menjelaskan secara rinci 10 pertanyaan tersebut, namun ia mengaku dari 10 pertanyaan tersebut ada yang cukup menggelitik.

"Saya sadar, salah satu pertanyaan kenapa bilang kita ada hubungan khusus. Saya mau tes dia (ADS) mau jawab bilang apa. Pada prinsipnya, saya siap memberikan keterangan dan bertanggunjawab dengan iklas hati dengan harapan mudah-mudahan dia tidak ada tekanan bathin karena sudah kelas tiga,"kata BA.

Sebelumnya, kata BA, ADS telah menandatangani surat pernyataan tidak boleh bolos, dan tidak boleh alpa. Namun, saat dipanggil oleh guru dan kepala sekolah tidak diindahkan. "Hari Kamis setelah apel saya lihat dia datang, jadi saya panggil dia karena selama ini panggil juga tidak menghadap. Jadi saya suruh guru BK untuk panggil. Sampai di depan ruangan BK, saya tanya. Dia diam saja," tutur BA.

"Saya mau tanya dia langsung tapi takut mungkin dia malu atau takut, jadi saya kasih dia kesempatan untuk jawab saat itu. Dia (ADS) bilang isi di rumah saja, jadi saya bilang awas ini pertanyaan tidak boleh siapa-siapa yang tau karena menyangkut privasi Anda dengan pak kepsek. Bisa jadi suatu permasalahan," kata BA lagi.

BA mengatakan, setelah surat dan uang tersebut diberikan tiga hari berturut-turut ADS tidak datang sekolah. "Akhirnya, surat dengan uang itu dia tidak isi sendiri tapi lapor ke orangtua dan akhirnya lapor ke polisi. Padahal saya mau dia jawab dengan jujur dan iklas hati. Dia (ADS) merupakan salah satu siswi calon penerima beasiswa bidikmisi," kata BA. (abe)

IHAP Tuntut Polres TTU Tegas
Dugaan percobaan amoral oleh oknum kepsek tersebut membuat anggota Ikatan Hak Asasi Perempuan (IHAP), TTU, Marsel Manek angkat bicara. Pasalnya, apa yang dilakukan oknum kepala sekolah itu sangat melanggar martabat perempuan dan anak serta menodai institusi pendidikan.

Menurut Marsel, seharusnya guru tampil memberikan contoh bukan sebagai pelaku kekerasan.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved