BNN Perkuat Kerja sama TNI dan Polri

masih banyak praktik penyalahgunaan narkoba di daerah, yang disebabkan oleh minimnya pengetahuan masyarakat terhadap bahaya penggunaan narkoba.

Editor: Ferry Ndoen
BBC/Getty
Selain paket berisi satu kilogram sabu kristal, remaja Hongkong diduga terkait dengan pengiriman 28 kg narkoba. 

POS KUPANG.COM - Badan Narkotika Nasional (BNN) memperkuat kerja sama dengan Polri untuk mensosialisasikan pencegahan penyalahgunaan narkoba di pelosok-pelosok daerah.

"Dalam rangka pencegahannya, saya juga kerja sama dengan Polri dan TNI karena ada unsur Babinkamtibmas, Babinsa itu yang bisa menyampaikan kepada masyarakat tentang pemahaman tentang narkotik," kata Kepala BNN Komjen Pol Budi Waseso lewat pesan singkat yang diterima di Jakarta, Minggu.

Menurut dia masih banyak praktik penyalahgunaan narkoba di daerah, yang disebabkan oleh minimnya pengetahuan masyarakat terhadap bahaya penggunaan narkoba.

"Kita tidak hanya bisa menindak karena kenapa banyak masyarakat menyalahgunakan (narkoba), salah satunya karena ketidaktahuan," ujarnya.

Ia mencontohkan kasus Gatot Brajamusti atau Aa Gatot.

"Belajar dari pengalaman kasus Aa Gatot. Itu sebenarnya (kasus sabu). Tapi karena yang lainnya tidak mengerti itu sabu, diplesetkan menjadi aspat, dibilang turun dari langit, akhirnya disalahgunakan dan ini banyak korbannya. Di situ kita bisa menyimpulkan, bisa saja karena ketidaktahuan seseorang sehingga dia menggunakan (narkoba)," katanya.

Selain menggandeng TNI-Polri, ke depannya BNN juga berencana menjalin kerja sama dengan Kementerian Kesehatan untuk mensosialisasikan bahaya penggunaan narkoba di sekolah dan kampus. *)

Sumber:
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved