Tembok Penghalang Rana Mese Mengganggu Pemandangan
Permintaan merubuhkan tembok penghalang danau itu karena kondisi tembok penghalang danau itu dipenuhi coretan yang sangat jorok.
POS KUPANG.COM, BORONG - Warga pengunjung Danau Rana Mese meminta Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur (Pemkab Matim) melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Matim serta Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Ruteng segera merubuhkan tembok penghalang danau yang berada di Hutan Rana Mese, Kecamatan Rana Mese.
Permintaan itu disampaikan pengunjung, Lorens dan Rikard Rahmat, ketika ditemui Pos Kupang di kawasan Danau Rana Mese, Jumat (23/9/2016).
Lorens mengatakan, permintaan merubuhkan tembok penghalang danau itu karena kondisi tembok penghalang danau itu dipenuhi coretan yang sangat jorok.
"Kita minta segera bongkar tembok penghalang ini karena hanya mengganggu mata menikmati keindahan Danau Rana Mese. Tembok yang dibangun ini juga tidak ada fungsinya. Sama saja, orang bisa ikut di samping untuk melihat keindahan danau. Menurut saya bangun tembok penghalang ini hanya buang-buang anggaran. Pada tahun 2015 katanya Pemkab Matim mau bongkar tetapi belum juga dibongkar sampai saat ini," kata Lorens.
Rikard Ramat mengatakan, pembangunan tembok penghalang tersebut juga digunakan sebagai tembat untuk orang buang air kecil. "Di bagian utara tembok ini jadi tempat orang buang air kecil. Kalau kita berdiri di situ tercium aroma tak sedap," kata Ramat. (rob)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/tembok-penghalang-danau-rana-mese_20160927_094018.jpg)