Pilkada Lembata

PKPI dan PPP Dieliminasi

Pertama, Eliaser Yentji Sunur-Thomas Ola Langoday. Pasangan Lembata Baru ini datang untuk kedua kalinya, karena ada kekurangan berkas dukungan dari li

Editor: Alfred Dama
net
ilustrasi 

POS KUPANG.COM, LEWOLEBA -- Hari kedua pendaftaran pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Lembata, ada empat pasangan yang mendaftar.

Pertama, Eliaser Yentji Sunur - Thomas Ola Langoday. Pasangan Lembata Baru ini datang untuk kedua kalinya, karena ada kekurangan berkas dukungan dari lima partai pengusung, yakni Golkar, NasDem, Hanura, PKPI dan PPP. Kekurangan itu dialami dua partai, yakni PKPI dan PPP.

Atas kekurangan itulah PKPI dan PPP dieliminasi dari koalisi pelangi. Meski demikian, baik PKPI maupun PPP tetap diikutkan sebagai partai pendukung. PKPI dan PPP tidak bisa disertakan sebagai partai pengusung karena ketimpangan berkas dukungan.

Pasangan berikutnya yang mendaftar adalah Herman Loli Wutun-Yohanes Vianney Burin. Pasangan ini menggunakan sandi Paket Titen, yang dalam bahasa Lamaholot berarti pasangan itu milik kita.

Pasangan ketiga yang daftar di KPUD Lembata, yaitu Viktor Mado Watun-Muhammad Nasir. Pasangan ini diantar Ketua DPC PDIP Lembata, Ferdinandus Koda, bersama pengurus anak cabang (PAC) dan pengurus PKB Lembata.

Pasangan terakhir yang mendaftar Paket Winners, yakni pasangan Lukas Lipatama Witak dan Ferdinand Leu. Pasangan ini diusung Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Demokrat, masing-masing memiliki tiga kursi di DPRD Lembata.

Ketua KPUD Lembata, Petrus Payong Pati, mengatakan, selama pendaftaran pasangan bakal calon, dua partai tidak bisa didaftar sebagai partai pengusung bakal calon, karena partai tersebut memiliki ketimpangan administrasi.

Dua partai yang timpang berkas administrasinya dalam pengusungan pasangan bakal calon adalah Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Lembata dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Dua partai tersebut, lanjut Payong Pati, memasukan berkas administrasi yang timpang, sehingga tidak diikutkan sebagai partai pengusung. Namun yang mengeluarkan dua partai tersebut bukan KPU, melainkan partai koalisi.

"Yang mencoret dua partai itu dari daftar partai pengusung, adalah partai koalisi. Kami tidak mencampuri urusan itu. Yang kami lakukan mengecek satu semua berkas dukungan. Kami temukan ada kekurangan dalam berkas tersebut," ujar Payong Pati.

Ia menyebutkan, kekurangan berkas PKPI dan PPP, umumnya sama. Yakni kepengurusan partai di kabupaten bukan ditandatangani oleh ketua umum masing-masing partai di DPP.
"Yang tanda tangan itu pengurus lama. Jadi itu tidak bisa diakomodir dalam pemilukada saat ini. Tapi yang mencoret kedua partai itu dari daftar koalisi partai pengusung, bukan KPU, melainkan oleh koalisi partai pengusung sendiri," ungkapnya.

Dengan demikian, lanjut Payong Pati, yang mengusung Eliaser Yentji Sunur-Thomas Ola Langoday, adalah Golkar, NasDem dan Hanura. "Ketiga partai ini berkas dukungannya sudah aman," ujarnya. (kro)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved