Sabtu, 11 April 2026

Listrik Padam Peternak Ayam di Waingapu Rugi Puluhan Juta

Puluhan juta rupiah milik belasan orang peternak ayam pedaging di Waingapu, Sumba Timur hilang sia-sia dalam waktu dua pekan terakhir.

Penulis: John Taena | Editor: Alfred Dama
POS KUPANG/JOHN TAENA
Haider Abdul Abdul Gadir (42), warga RT 03, RW 01, Kelurahan Kambadjawa, Kecamatan Kota Waingapu, salah satu peternak ayam pedaging yang mengalami kerugian akibat pemadaman listrik di daerah itu. Rabu (21/9/2016) 

Laporan wartawan Pos Kupang, John Taena

POS KUPANG.COM, WAINGAPU -- Puluhan juta rupiah milik belasan orang peternak ayam pedaging di Waingapu, Sumba Timur hilang sia-sia dalam waktu dua pekan terakhir.

Hal ini disebabkan oleh pemadaman listrik yang dilakukan oleh pihak PT. PLN Area Sumba selama ini.

Kepada Pos Kupang, di ruang kediamannya, Haider Abdul Abdul Gadir (42), warga RT 03, RW 01, Kelurahan Kambadjawa, Kecamatan Kota Waingapu, Rabu (21/9/2016) mengatakan, dirinya merupakan salah satu dari belasan orang peternak ayam di daerah yang cukup dirugikan.

Pasalnya pedamana listrik selama dua pekan terkhir ini, menyebab ribuan ekor ayam pedaging miliknya mati.

"Saya punya 14 kandang dan masing-masing bisa tampung sampai 1.400 ekor. Kalau mau jujur, itu anak mati yang mati sudah ribuan ekor. Setiap kandang itu bisa mencapai 100 ekor yang mati, jadi totalanya bisa mencapai 1.400 ekor tapi kita mau tuntut siapa?" tandasnya.

Kematian ribuan ekor anak ayam pedaging miliknya, kata Gadir, disebabkan oleh pemadaman listrik yang selama ini terus dilakukan oleh pihak PT. PLN Area Sumba. Pasalnya usaha ternak ayam pedaging yang ditekuninya sangat bergantung pada aliran listrik.

"Kalau malam itukan ayam akan stres dan mati karena gelap dan kedinginan. Apalagi usia nol sampai dua minggu itu sangat rentan," kata jelas Gadir.

Harga anak ayam, lanjut Gadir, saat ini adalah Rp 11.000 per ekor. Jikalau dikalkulasikan dengan total jumlah anak pedaging miliknya yang mati selama dua pekan terakhir adalah senilai Rp 15.400.000. Hal ini belum termasuk biaya operasional yang dikeluarkan selama dua pekan terkahir.

"Setahu saya, ada belasan orang di Waingapu yang piara ayam pedaging seperti saya. Kami sudah pernah menghadap dan komplain ke soal pemadaman listrik ini, PLN seperti tidak ada respon. Jadi kami sangat menyangkan kondisi seperti ini," tandasnya.*

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved