Tujuh Perang Tersingkat di Dunia

Sepanjang sejarah dunia berbagai konflik bersenjata sudah terjadi. Beberapa konflik bersenjata hanya berlangsung dalam hitungan hari.

Editor: Ferry Jahang
Wikipedia
Wikipedia Sejumlah tank AD Yugoslavia disergap pasukan Slovenia di kota Nova Gorica dekat perbatasan dengan Italia. Perang kemerdekaan Slovenia ini termasuk konflik bersenjata paling singkat karena hanya berlangsung 10 hari. 

POS KUPANG.COM - Sepanjang sejarah dunia berbagai konflik bersenjata sudah terjadi. Beberapa terjadi sangat lama hingga bertahun-tahun tetapi ada juga konflik bersenjata yang hanya berlangsung dalam hitungan hari.

Berikut 10 konflik bersenjata paling singkat di dunia.

1. Perang Anglo-Zanzibar (1896)

Perang ini melibatkan Kerajaan Inggris dan Kesultanan Zanzibar di Afrika Timur pada 27 Agustus 1896 dan berlangsung hanya 38 menit.

Perang tersingkat di dunia ini dipicu kematian Sultan Hamad bin Thuwaini yang pro-Inggris pada 25 Agustus 1896 yang kemudian tahta Zanzibar diduduki Sultan Khalid bin Bargash.

Inggris lebih menyukai Hamud bin Muhammed yang sangat membantu kepentingan Inggris menjadi sultan baru Zanzibar.

Sesuai perjanjian yang diteken pada 1886, mensyaratkan pergantian sultan harus mendapatkan restu dari konsulat Inggris dan Khalid bin Bargash tak memenuhi syarat ini.

Inggris lalu mengirimkan ultimatum kepada Khalid agar dia dan pasukannya menyerah kemudian meninggalkan istana.

Namun, Khalid malah menyiapkan pasukan dan berlindung di dalam istana. Sebanyak 2.800 orang pasukan melindungi Khalid bin Bargash, sebagian besar direkrut dari warga sipil.

Ultimatum itu berakhir pada 27 Agustus 1896 pukul 09.00 dan saat itu Inggris sudah menyiagakan tiga kapal penjelajah, dua kapal perang, 150 marinir dan pelaut serta 900 tentara Zanzibar di pelabuhan.

Pada pukul 09.02, kapal-kapal Inggris mulai menembaki istana dan menghancurkan artileri pihak istana. Perang laut singkat terjadi dan Inggris menenggelamkan sebuah kapal kesultanan Zanzibar dan dua kapal kecil.

Akhirnya istana kesultanan bisa direbut dan perang berakhir pada pukul 09.40 waktu setempat. Akibat perang itu 500 prajurit Zanzibar tewas dan hanya satu pelaut Inggris yang terluka.

Sultah Khalid akhirnya menerima suaka di Jerman konsulat sebelum kabur ke Afrika Timur Jerman atau Tanzania saat ini.

Sesudah perang, Inggris menobatkan Sutlan Hamud bin Muhammed sebagai penguasa Zanzibar dan sekaligus mengakhiri kedaulatan Zanzibar.

2. Perang 100 Jam (1969)

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved