NTT Menuju PON XIX 2016

Pesilat Jurus Tunggal NTT Pertahankan Waktu

Dicky Ali Hamzah melaksanakan TC di Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur sejak Januari hingga tanggal 24 Agustus 2016. Namun sudah bergabung bersama

Pesilat Jurus Tunggal NTT Pertahankan Waktu
Ferry Ndoen
POS KUPANG/FERRY NDOEN SILAT - Atlet silat jurus tunggal, Dicky Ali Hamzah (kanan) dan pelatih Doney Soefyan, di Swissbellin Kristal Hotel, Kupang, Minggu (4/9/2016). 

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Ferry Ndoen

POS KUPANG.COM, KUPANG - Atlet pencak silat nomor jurus tunggal NTT, Dicky Ali Hamzah terus melakukan latihan intensif dua pekan menjelang keberangkatan ke PON XIX 2016 di Jabar. Dan salah satu program yang terus diasah serta dijaga konsistensinya adalah kualitas permainan dengan durasi waktu tiga menit saat pertadingan di PON nanti.

Pelatih jurus tunggal atlet silat NTT, Doney Soefyan alias Dede mengatakan hal itu saat diwawancarai Pos Kupang di tempat penginapan atlet pelatda NTT, di Swissbellin Kristal Hotel, Kupang, Minggu (4/9/2016).

"Sebelumnya Dicky Ali Hamzah melaksanakan TC di Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur sejak Januari hingga tanggal 24 Agustus 2016. Namun sudah bergabung bersama atlet pelatda sentralisasi NTT di penginapan atlet, Swissbellin Kristal Hotel, Kupang, " jelas Dede.

Dede mengaku selama ini dirinya selaku pelatih atlet silat jurus tunggal NTT terus mengasah kemampuan pesilat Dicky Hamzah melalui program latihan kontinyu dan ketat.

"Sejak Januari Dicky berlatih di Gedung Sanggar Seni dan Olahraga Kartanegara, di Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur yang adalah gedung seni dan olahraga pribadi milik saya. Namun sejak 24 Agustus sudah masuk bergabung berama talte pelatda NTT," jelas Dede yang juga orangtua kandung Dicky Ali Hamzah.

Menurutnya, Dicky telah menyelesaikan semua program jurus permainan yang wajib dimainkan di laga PON, yakni memainkan jurus tangan kosong, jurus golok serta memainkan toya dalam kurun waktu tiga menit sesuai yang ditetapkan.

"Gerakan jurus tunggal mirip olahraga 'wushu'. Dicky pernah saya bawa ikut try out ke Surabaya setelah membangun koordinasi bersama Pengprov IPSI Jatim menggunakan biaya pribadi. Di sana dia sparing bersama lima atlet karena dia harus mendapat lawan dua level di atasnya untuk bisa menambah kemampuan," jelasnya.

Dia mengaku Dicky latihan di Gedung Seni dan Olahraga Kartanegara dengan fasilitas peralatan latihan yang standar secara nasional.

"Jalani program kelenturan tubuh, lekukan otot serta daya tahan tubuh. Peralatannya lengkap. Juga menjalani program pembentukan karakter serta menjaga stamina," ujarnya.
Sofyan menyampaikan terima kasih kepada Ketua Umum KONI NTT, Drs. Frans Lebu Raya, Ketua Harian KONI NTT yang juga Ketua Umum Pengprov IPSI NTT, Ir. Andre Koreh, MT atas segala dukungan terhadap atlet pencak silat," ujarnya.

Dia juga sampaikan terima kasih kepada Pemda Sumba Timur.

"Kita menyampaikan terima kasih yang sama kepada Ketua Umum KONI Sumba Timur pak Gidion Mbilijora serta Ketua Harian KONI Sumtim, Umbu Lili Pekuwali, dan Sekteraris KONI Sumtim, Julius Marahungu, S.Sos yang memberikan perhatian kepada atlet silat NTT asal Sumtim ini. Kita berharap saat Dicky bertanding, pak Bupati dan Wakil Bupati Sumtim bisa hadir menyaksikan di gedung olahraga ITB, Kabupaten Sumedang, Jabar," pungkasnya. (fen).

Penulis: Ferry Ndoen
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved