Los Pasar Potulando Disewakan ke Pedagang Lain

DPRD Kabupaten Ende menemukan adanya penyimpangan dalam penggunaan los pasar di Kota Ende.

Editor: Kanis Jehola
PK/ROM
Los Pasar Potulando Ende. 

POS KUPANG.COM, ENDE - DPRD Kabupaten Ende menemukan adanya penyimpangan dalam penggunaan los pasar di Kota Ende baik di Pasar Potulando, Pasar Mbongawani maupun Pasar Wolowona.

Penyimpangan yang ditemukan, yakni adanya perilaku oknum pedagang yang menyewakan los pasar ke pedagang lain dengan harga tinggi. Padahal los pasar tersebut dibangun oleh pemerintah. Bahkan oknum pedagang terkadang sudah pindah keluar daerah tapi masih menerima setoran dari pedagang lain yang menyewakan los pasar.

Temuan ini dikemukakan Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kabupaten Ende, Mikael Badeoda, kepada Pos Kupang di Ende, Rabu (31/8/2016).

Mikael mengatakan, dari hasil penelusuran pihaknya menemukan fakta bahwa ada los pasar yang disewakan lagi oleh oknum pedagang kepada pedagang lain. Padahal los pasar itu dibangun oleh pemerintah yang semestinya diberikan secara gratis. Pemerintah hanya memungut retribusi dari pedagang tersebut.

Di Pasar Wolowona maupun di Pasar Potulando terkadang ada oknum pedagang yang memiliki los pasar lebih dari satu atau sampai tiga unit. "Ini proses pembagian yang bagaimana kok bisa ada pedagang yang memiliki hingga tiga los. Sementara di sisi lain justru ada warga lain yang tidak kebagian los pasar sehingga terpaksa berjualan di emperan pasar atau toko," kata Mikael.

Tak hanya itu. Ada oknum pedagang yang sudah pindah keluar daerah tapi masih saja menerima setoran dari pedagang lain yang menyewakan los pasar. (rom)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved