Breaking News

Gawi Harus Terus Dilestarikan

Budaya lokal seperti Gawi merupakan identitas bangsa dan negara yang harus tetap terjaga dan dilestarikan dan kemudian diwariskan pada generasi beriku

Penulis: Romualdus Pius | Editor: Alfred Dama
Pos Kupang/Romualdus Pius
Gawi di Ende 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Romualdus Pius

POS KUPANG.COM, ENDE -- Budaya lokal seperti Gawi merupakan identitas bangsa dan negara yang harus tetap terjaga dan dilestarikan dan kemudian diwariskan pada generasi berikutnya dengan maksud agar kesenian tradisional yang diciptakan oleh leluhur tetap terjaga dan memberi manfaat masyarakat.

Bupati Ende, Ir Marsel Petu mengatakan hal itu dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten 2 Setda Ende, Drs Siprianus Reda Lio pada kegiatan festival tari tradisional Kemilau Emas Gawi, Jumat (26/8/2016) di Lapangan Pancasila, Ende.

Dikatakan seni dan tradisi merupakan sarana komunikasi yang paling efektif untuk menyampaikan pesan yang terkandung dalam tarian. "Jika generasi muda terus dilatih,maka akan menjadikan jati diri bagi generasi penerus bangsa.

"Jangan sampai kita mengabaikan keberadaan budaya lokal,karena kalau kita mengabaikannya tentunya akan hilang dan tidak ada satupun generasi penerus mengenalnya,"kata Bupati Marsel.

Dikatakan perkembangan jaman dan globalisasi saat ini,tentunya akan semakin mempermudah masuknya budaya asing yang terkadang tidak sesuai dengan nilai-nilai budaya daerah. Apabila ini tidak segera diantisipasi,maka bukan tidak mungkin akan perlahan-lahan menggeser arti penting tarian tradisional di mata masyarakat khususnya generasi muda.

Fasilitas seperti internet,televisi dan majalah yang banyak menampilkan kebudayaan asing membuat para remaja selalu ingin mencoba dan meniru budaya asing tersebut.

Kondisi inilah yang mengakibatkan kebudayaan lokal kurang memiliki minat dan cenderung dianggap kuno atau ketinggalan jaman.

Padahal tari tradisional banyak mengandung nilai-nilai kearifan lokal dan konsep kebudayaan yang terbentuk sejak puluhan bahkan ratusan tahun yang lalu. Nilai dan makna yang terungkap dari tari tradisional seperti Gawi ini adalah kerjasama,saling menghargai,ketaatan, toleransi dan kekeluargaan,oleh sebab itu tarian yang merupakan warisan nenek moyang tersebut harus tetap terjaga dan tidak boleh diabaikan.

Budaya yang dimiliki daerah ini merupakan aset mahal dan kekayaan daerah yang amat berharga nilainya.

Kegiatan Festival Gawi yang diprakarsai PT.Pegadaian Persero Area Ende membuktikan kepada kita semua adanya kepedulian yang tinggi dari seluruh jajaran PT.Pegadaian untuk bersama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Ende,menjaga dan melestarikan tarian tradisional Gawi yang banyak mengandung pesan sosial bagi masyarakat.

Disamping itu kegiatan lomba Gawi ini juga untuk membangun kebersamaan terutama kebersamaan yang kokoh dan tulus yang dapat menjadi kekuatan besar untuk membangun Kabupaten Ende.

Deputy Pimpinan Wilayah PT Pegadaian Bidang Bisnis Area Ende, Firsta Wuriagung Baroto dalam kesempatan itu mengatakan pihaknya sengaja menggelar festival gawi antar kelurahan di Kabupaten Ende sebagai bentuk apresiasasi dari PT Pegadaian terhadap keberadaan tari khas Kabupaten Ende, Gawi.

Dalam rangka HUT Proklamasi RI ke-71 PT Pegadaian Ende menggelar festival tari gawi dan diharapkan dengan pelaksanaan festival tersebut eksistensi tari gawi semakin dikenal tidak saja dalam lingkup regional namun nasional bahkan internasional,kata Firsta.

Pelaksanaan festival tari Gawi yang diselenggarakan oleh Kantor Pegadaian Ende diikuti oleh 20 tim masing-masing 17 tim dari kelurahan dan 3 tim dari sanggar seni.*

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved