Kasus Human Trafficking NTT

DPRD NTT Puji Kapolda

Anggota DPRD NTT memuji kinerja Kapolda NTT dan jajarannya, khusus Polres Kupang yang sukses mengungkap mafia human trafficking. Apresiasi itu disampa

DPRD NTT Puji Kapolda
pos kupang
POS KUPANG/HERMINA PELLO BERPELUKAN- Korban human trafficking Anita Tsey berpelukan dengan ibunya Welmince Tsey disaksikan Kapolda NTT, Brigjen Pol Widyo Sunaryo, Senin (22/8/2016).

POS KUPANG.COM, KUPANG -- Anggota DPRD NTT memuji kinerja Kapolda NTT dan jajarannya, khusus Polres Kupang yang sukses mengungkap mafia human trafficking. Apresiasi itu disampaikan wakil rakyat NTT dalam rapat dengar pendapat dengan Kapolda di Aula Kelimutu Gedung DPRD NTT, Kamis (25/8/2016).

Saat itu anggota Dewan mendengar paparan Kapolda NTT, Brigjen Pol. Drs. E. Widyo Sunaryo dan Kapolres Kupang, AKBP Adjie Indra Dwiatma, S.IK.

Seperti disaksikan Pos Kupang, beberapa kali anggota Dewan bertepuk tangan seusai Kapolda NTT dan Kapolres Kupang menyampaikan penjelasan.Rapat dipimpin Ketua DPRD NTT, Anwar Pua Geno, didampingi Wakil Ketua DPRD NTT, Gabriel Beri Binna. Hadir dari pihak Polda NTT selain Kapolda NTT, Kabid Humas Polda NTT, AKBP Jules Abast, S.IK dan sejumlah perwira.

Anggota DPRD NTT serius menyimak penjelasan Adjie. Ada yang menggeleng- gelengkan kepala, ada yang mengangguk-angguk, dan ada anggota Dewan yang menopang dagu serta memegang dahi.

Anggota Dewan dari Fraksi PDIP, Anton Bele mengatakan, DPRD NTT mendukung penuntasan kasus human trafficking yang sedang ditangani oleh kepolisian, baik di Polda NTT maupun di polres-polres. "Saya beri apresiasi karena Polda NTT dan Polres Kupang hari ini bisa paparkan kasus human trafficking. Saya harap pertemuan ini bisa dilakukan di polres-polres se-NTT," kata Anton .

Anggota Dewan lainnya, Boni Jebarus mengatakan, mafia human trafficking menjadi prioritas kepolisian sehingga DPRD memberi dukungan penuh. "Saya beri apresiasi kepada Polda NTT yang sudah mengungkap kasus human trafficking ini. Sudah ada tiga Kapolda NTT, tapi baru kali ini yang menunjukkan hasil kerjanya," kata Boni.

Boni mengatakan, DPRD harus memberi dukungan, karena tidak mungkin polisi bekerja menggunakan uang pribadi. "Harus ada dukungan (anggaran), jangan sampai uang untuk istri dan anak dipakai polisi untuk penuntasan kasus human trafficking," tegas Boni.

Jimmy Sianto, anggota Dewan dari Partai Hanura memuji kinerja Kapolda NTT dan Polres Kupang dalam pengungkapan kasus human trafficking di NTT. Jimmy mengaku dirinya berada di Komisi V DPRD NTT yang membidangi masalah human trafficking selama ini sudah putus asa karena berbagai kasus human trafficking sulit diungkap kepolisian. Namun, saat ini ada harapan polisi bisa memberikan hasil kerja mereka.

Anwar Hajral, Sekretaris Komisi V DPRD NTT, juga memberi apresiasi kepada Polda NTT dan jajaran yang mampu menangkap pelaku human trafficking. Dia berharap penuntasan kasus itu sampai ke akar-akarnya.

Junus Naisunis, anggota DPRD NTT asal daerah pemilihan Kabupaten Kupang terlihat menggeleng-geleng kepala saat mendengar ada jaringan human trafficking di NTT dan gerbongnya sampai ke beberapa daerah seperti Medan dan Kalimantan. Ismail Samau, juga mengangguk-angguk.

Begitu juga ekspresi anggota dewan lainnya. Welem Kale dan Oswaldus serius mengikuti penjelasan Kapolres Kupang menyangkut keuntungan dan jaringan dari YLR. Sementara Alex Ena tetap tenang, namun sesekali meletakkan tangan di depan dagu dan mulut. (ade/yel)

Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved