Dua Anggota Santoso Menyerah

Mereka menyerahkan diri ke Satgas Operasi Tinombala setelah Santoso tewas dalam baku tembak dengan Satga pada 19 Juli lalu.

Editor: Agustinus Sape
Mansur K105-13
Teroris Kelompok Santoso 

POS KUPANG.COM, JAKARTA - Satu per satu anggota kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur yang dipimpin Santoso mengibarkan bendera putih. Mereka menyerahkan diri ke Satgas Operasi Tinombala setelah Santoso tewas dalam baku tembak dengan Satga pada 19 Juli lalu.

Anak buah Santoso bernama Jumri alias Tamar menyerahkan diri kepada Satuan Tugas Imbangan Intelijen dari Badan Intelijen Negara di Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Jumat (5/8) dini hari.

"Tim memperoleh informasi bahwa J akan menyerahkan diri dengan keluarganya," ujar Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Selasa (9/8).

Jumri diantar oleh keluarganya dari Tamanjeka dengan menggunakan sepeda motor pukul 03.50 Wita menuju ke sebuah lokasi di Dusun Ratulene, Poso Pesisir. Di sana, Jumri bertemu dengan Satgas Intelijen, dipindahkan ke dalam kendaraan dan pergi.

Kemudian, dua hari berikutnya, giliran Salman yang menyerahkan diri saat berada di area kebun keluarga di dusun Tamanjeka.

Boy mengatakan, sepupu dari Samil, anak buah Santoso yang telah menyerahkan diri itu menginformasikan ke Babinkamtibnas bahwa Salman hendak menyerahkan diri. Informasi itu kemudian diteruskan ke satgas Tinombala. Tim pun menemui keluarga Samil dan mengatur lokasi penjemputan Salman.

"Saat itu dia sepertinya sudah berpasrah diri kemudian meminta bantuan ada pihak yang mengkomunikasikan kepada kepolisian," kata Boy seraya menjelaskan, Salman dibawa dari Tamanjeka ke Mapolres Poso.

"Saat ini sudah di bawa ke Palu dalam hal pemeriksaan kesehatan dan dilanjutkan pemeriksaan lanjutan," kata dia.

Boy menduga, satu persatu anak buah Santoso menyerahkan diri karena merosotnya motivasi mereka untuk berjihad usai tewasnya Santoso. Boy menganggap kondisi tersebut lumrah terjadi pada kelompok teroris yang pimpinannya sudah berhasil diringkus.

Meski kepemimpinan Santoso digantikan oleh Basri dan Ali Kalora, namun keduanya dianggap tak sekuat peran Santoso.

"Apalagi sudah disampaikan dengan maklumat dan penyampaian oleh sejumlah tokoh yang ada. Berarti mereka mendengar ajakan untuk turun gunung ini," kata Boy.

Dengan menyerahnya dua anggota kelompok Santoso, diperkirakan masih ada 16 anggota lainnya yang masih terkepung di Gunung Biru.

Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah menyebut terduga teroris Salman alias Opik merupakan anggota jaringan kelompok Santoso asal Bima yang pertama menyerahkan diri ke polisi.

Juru Bicara Polda Sulteng AKBP Hari Suprapto mengatakan, saat ini Salman dalam keadaan pemulihan kesehatan dan psikologis. Setelah itu, polisi akan meminta keterangan untuk memastikan kapan dan peran apa keterlibatannya dalam kelompok Santoso.

"Data buronan tersisa tinggal 16 orang. Sebelumnya 24 orang, terbagi 16 orang meninggal dunia dan delapan menyerahkan diri, termasuk Salman," kata Hari.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved