Tampil Anggun Dengan Tenun Merah Putih

Selain itu, Fashion Showbusana Tenun Modifikasi dalam event "Tenun Invashion On The street" dalam Memperingati Hari Ulang Tahun Nusa Tenggara Timur

Editor: Alfred Dama
Tampil Anggun Dengan Tenun Merah Putih - tenun-merah-putih_20160807_230410.jpg
ist
Para model dari Timor Creative People (TCP) saat memperagakan busana tenun merah putih dari Sabu koleksi dari Dekranasda Kota Kupang belum lama ini
Tampil Anggun Dengan Tenun Merah Putih - tenun-merah-putih-2_20160807_230549.jpg
Ist
Para model dari Timor Creative People (TCP) saat memperagakan busana tenun merah putih dari Sabu koleksi dari Dekranasda Kota Kupang belum lama ini
Tampil Anggun Dengan Tenun Merah Putih - tenun-merah-putih-3_20160807_230617.jpg
ist
Para model dari Timor Creative People (TCP) saat memperagakan busana tenun merah putih dari Sabu koleksi dari Dekranasda Kota Kupang belum lama ini
Tampil Anggun Dengan Tenun Merah Putih - tenun-merah-putih-4_20160807_230647.jpg
Ist
Para model dari Timor Creative People (TCP) saat memperagakan busana tenun merah putih dari Sabu koleksi dari Dekranasda Kota Kupang belum lama ini

Tampil Anggun Dengan Tenun Merah Putih

POS KUPANG.COM -- Kain tenun motif tradisional NTT ternyata tidak saja dibuat untuk busana kantor. Tenun NTT adalah high fashion yang juga bisa dimanfaatkan untuk baju pesta dan kegiatan formil lainnya.

Di Kota Kupang, salah satu wadah yang sangat konsen mengangkat tenun NTT adalah Timor Creative People (TCP). TCP adalah sebuah wadah yang terdiri dari kaula muda Kota Kupang yang ingin mempromosikan tenun NTT menjadi fashion yang high klas dan mewah.

Koordinator TCP, Erwin Yuan, ketika ditemui Pos Kupang di Kupang, Kamis (4/8/2016), mengatakan, sudah beberapa kali

mengikuti fashion show dalam rangka mengangkat tenun.
Ia mengatakan, dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus, TCP kembali memperagakan busana tenun dengan konsep merah putih.

Kali ini, TCP mengangkat kain tenun dari Kabupaten Sabu Raijua yang memang kain tenun dari daerah ini memiliki banyak corak merah dan putih.

Busana tenun merah putih yang diperagakan kali ini adalah untuk busana pesta. Jadi, tenun ini tidak saja untuk pakaian kantor yang sangat formil tetapi juga bisa dimodifikasi untuk busana pesta yang anggun dan mewah.

Erwi mengatakan, tertarik membuat TCP, karena di Kupang banyak kegiatan positif untuk kawula muda namun ada satu kegiatan yg belum terlalu diminati yaitu mencintai budaya melalui tenun ikat.

"Ide awal membuat TCP, ketika fashion sudah mulai menjadi trensetter di kalangan designer kenamaan Indonesia sampai bisa merambah ke dunia Internasional, sedangkan kita melihat di daerah yg menghasilkan karya tenun itu sendiri malah kelihatan tidak terlalu berpengaruh untuk mempromosikan tenun sebagai ikon daerah kita sendiri. Sehingga, tercetus ide membentuk sebuah wadah Komunitas "TCP" dimana ide tercetus komunitas tersebut agar anak muda yang berdomisili di tanah Timor memiliki wadah kreatifitas serta kecintaan yang besar terhadap warisan budaya seperti contohnya kain tenun NTT," katanya.

Menurutnya, kiprah TCP dimulai ketika komunitas ini ditawari untuk berpartisipasi dalam event skala besar Pariwisata di Provinsi NTT bekerjasama dengan Kementerian Parekraf yaitu event East Nusa Tenggara Expo (ENTEX) VIII dan Komodo Travel Mart (KTM) II yang diadakan pada malam puncak tanggal 17 Juni 2014 lalu.

Dikatakanya, kaula muda pecinta kain tenun NTT ingin membentuk wadah baru yaitu Timor Creatif People dengan menampilkan suguhan fashion show baju dari modifikasi Tenun NTT.

"TCP lebih tertarik pada busana tenun ikat khas NTT karena kami bangga akan tenun ikat NTT, Kami sebagai komunitas muda di TCP akan terus dan terus memperkenalkan keindahan tenun ikat karena kami bangga dengan NTT," katanya.

Dalam menyakinkan anak muda bergabung di TCP serta untuk tertarik dan minat adalah relatif, namun yang menjadi dasar dibentuk komunitas TCP adalah melihat begitu besar kekayaan yang dimiliki NTT namun masih blm dipromosikan secara serius dan dikelola dengan baik oleh pemerintah.

"Jika diberi kepercayaan, kami ingin menampilkan karya tenun NTT dengan bekerjasama dengan pemerintah dan beberapa pengusaha tenun ikat dan pihak swasta yang peduli dengan pariwisata serta budaya," katanya.

TCP sendiri, lanjutnya, berdiri pada 17 Juni 2014 ketika event Travelmart dengan jumlah anggota saat ini sekitar 30 orang.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved