Pencegahan Radikalisme Mulai dari Keluarga

Banyak orangtua cenderung lebih memperhatikan kualitas pendidikan anak lalu mengabaikan kuantitas pertemuan dalam keluarga.

Editor: Agustinus Sape
POS KUPANG/NOVEMY LEO
Dra. Balkis Soraya Tanof, M.Hum, Dosen Sosiologi FISIP Undana Kupang 

POS KUPANG. COM, KUPANG - Sosiolog FISIP Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Dra. Balkis Soraya Tanof, M.Hum, mengatakan, pendekatan orang tua di NTT menjadi sangat strategis dalam upaya pencegahan terjerumusnya kaum muda ke dalam paham radikalisme dan terorisme di daerah ini.

"Kemajuan informasi dan teknologi yang begitu cepat memudahkan generasi muda mengikuti berbagai pekembangan yang terjadi di jagat, seperti terorisme dan radikalisme, untuk menangkal masuknya paham radikalisme dan terorisme serta narkoba yang memengaruhi kaum muda tentu peran keluarga sangat menentukan," kata Balkis Soraya Tanof ketika di hubungi di Kupang, Rabu (3/8/2016).

Ia mengatakan, banyak orangtua cenderung lebih memperhatikan kualitas pendidikan anak lalu mengabaikan kuantitas pertemuan dalam keluarga.

Menurutnya, kurang intensifnya pertemuan orangtua dan anak dalam lingkungan keluarga karena orangtua sibuk dengan urusan pekerjaan, menyebabkan waktu terhadap anggota keluarga sangat terbatas.

Intensitas pertemuan keluarga yang sangat terbatas akan berdampak negatif terhadap cara berpikir generasi muda yang mudah untuk dipengaruhi oleh pemikiran yang negatif.

Ia mengatakan, agar generasi muda di NTT terhindar dari faham radikalisme dan terorisme, maka peran keluarga sangat penting dengan merapatkan barisan untuk melakukan penanggulangan secara dini dengan mengintensifkan komunikasi sesama anggota keluarga setiap hari.

"Jangan biarkan anak-anak mencari identitas dirinya sendiri tanpa pengendalian orangtua," katanya. (antara)

Sumber:
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved