Lipsus Hama Belalang di Sumba
Bupati Tetapkan Darurat Bencana
BUPATI Sumba Timur, Drs. Gidion Mbilijora M.Si menetapkan Sumba Timur darurat bencana hama belalang Kembara.
Penulis: Alfons Nedabang | Editor: omdsmy_novemy_leo
Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Alfons Nenabang
POS-KUPANG.COM, WAINGAPU - BUPATI Sumba Timur, Drs. Gidion Mbilijora M.Si menetapkan Sumba Timur darurat bencana hama belalang Kembara. Status darurat bencana terhitung sejak 30 Juni 2016.
Mbilijora mengatakan, status darurat bencana dengan pertimbangan berbagai aspek, termasuk serangan belalang yang sudah mencakup enam kecamatan dari 22 kecamatan di Sumba Timur. Selain itu, menyerang ratusan hektar padang rumput yang dijadikan lokasi penggembalaan ternak.
"Walaupun dari sisi kerugian petani belum total, kalau ini tidak ditangani secepatnya akan menjadi bencana yang luar biasa. Beruntung sekarang belalang yang ada masih terkonsentrasi di padang-padang penggembalaan, tetapi konsekuensinya itu ternak akan mengalami kekurangan pakan," katanya Mbilijora, Kamis (14/7/2016).
Ia menambahkan, pemerintah menyiapkan dana Rp 2 miliar bersumber dari APBD tahun 2016, untuk membantu masyarakat menghadapi hama belalang kembara.
"Dana dari pos tak terduga. Sewaktu-waktu dibutuhkan, apakah untuk pengadaan obat, bantuan darurat untuk masyarakat yang terkena bencana kalau tanamannya dihabiskan belalang," katanya.
Pasca penetapan status darurat bencana, Pemerintah Kabupaten Sumba Timur melaporkan masalah hama belalang kepada pemerintah Propinsi NTT.
Selanjutnya, Gubernur NTT melaporkan kepada Presiden Joko Widodo melalui Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Dukungan untuk mengendalikan hama belalang mulai berdatangan. Beriringan dengan itu, pengendalian oleh satgas pengendalian hama belalang dengan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultiran sebagai ujung tombak gencar dilakukan.
Ketua DPRD Sumba Timur, Ir. Palulu P. Ndima, M.Si mengapresiasi upaya yang sudah dilakukan pemerintah daerah. Namun dia mengingatkan agar pemerintah senantiasa melibatkan masyarakat.
"Sebetulnya semua komponen harus dilibatkan, jangan hanya brigade (satgas pengendalian hama belalang). Pemerintah jangan bekerja sendiri. Masyarakat juga harus dilibatkan," tandas Palulu Ndima, Selasa (2/8/2016).
"Masyarakat jangan lupa berdoa. Kadang-kadang kita lupa hal ini," imbuhnya.
Anggota DPRD Sumba Timur, Umbu Hinggu menilai upaya yang dilakukan satgas pengendalian hama belalang cukup bagus. Namun belum menunjukkan perubahan yang signifikan.
"Memang ada yang mati tapi kurang efektif karena belalang semakin bertambah. Entah obat yang kurang bagus sehingga tetap bertambah," katanya.
Anggota Dewan asal Kamanggi, Kecamatan Kahaungu Eti ini juga menilai pemerintah masih bekerja sendiri. Mestinya pemerintah melibatkan masyarakat.
"Saya bilang kepada kadis pertanian, jangan hanya petugas saja yang semprot. Kasih alat dan obatnya kepada masyarakat, biar masyarakat dan pemerintah desa yang semprot sendiri. Petugas dari dinas yang memonitor," saran Umbu.