Eksekusi Terpidana Mati

10 Terpidana Mati Ditangguhkan Eeksekusinya

Penangguhan itu untuk harus diteliti, saya terima hasil keputusan penangguhan, perlu dilakukan. Nanti akan ditentukan kemudian

10 Terpidana Mati Ditangguhkan Eeksekusinya
Sejumlah keluarga terpidana mati yang akan dieksekusi, memasuki Nusakambangan menggunakan perahu compreng di Dermaga Wijayapura, Cilacap, Jateng. (ANTARA FOTO/Idhad Zakaria)

POS KUPANG.COM - Kejaksaan Agung menyatakan nasib 10 terpidana yang semula masuk dalam eksekusi mati jilid III, akan ditentukan kemudian atau ditangguhkan karena perlu penelitian kembali.

"Penangguhan itu untuk harus diteliti, saya terima hasil keputusan penangguhan, perlu dilakukan. Nanti akan ditentukan kemudian," kata Jaksa Agung HM Prasetyo di Jakarta, Jumat.

Karena itu, ia meminta semua pihak yang tidak setuju bisa memakluminya.

Ia mengatakan, penangguhan itu juga karena memperhatikan masukan dan melakukan pertimbangan matang.

Sedangkan pertimbangan terhadap empat terpidana yang dieksekusi, ia menjelaskan, karena tindak kejahatan mereka bersifat masif dan dengan memperhatikan pertimbangan dari sisi yuridis dan nonyuridis.

Menjelang eksekusi JAM Pidum melaporkan, setelah pembahasan dengan unsur-unsur daerah, ternyata dari hasil kajiannya empat orang itu ternyata memenuhi unsur tersebut, tuturnya. Keempat terpidana mati itu memiliki peran yang penting di kalangan sindikat sebagai pemasok penyedia, pengedar, pembuat dan pengekspor narkoba.

Ia mengingatkan Indonesia sekarang ini bukan lagi sebagai tempat transit melainkan sebagai lahan usaha atau kegiatan mereka menjalankan praktik kejahatannya.

Kejahatan narkoba sudah merambah ke daerah-daerah tidak hanya di kota besar. Korbannya sekolah di kampus, dosen, bahkan masuk ke lingkungan rumah tangga.

Disebutkan bahwa eksekusi mati itu bukan tindakan yang menyenangkan, tapi tidak lain untuk menyelamatkan generasi.

Meski demikian, Prasetyo menyampaikan turut berduka cita atas meninggalnya terpidana mati kepada keluarga dan negara asalnya.

Halaman
12
Editor: Ferry Ndoen
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved