Kenali Gejala Irama Jantung Anda yang Tidak Normal

Detak jantung tidak beraturan? Jangan anggap sepele karena bisa jadi tanda penyakit fibrilasi atrium (FA)

Editor: Rosalina Woso
Thinkstockphotos
Ilustrasi 

POS KUPANG.COM, JAKARTA -- Detak jantung tidak beraturan? Jangan anggap sepele karena bisa jadi tanda penyakit fibrilasi atrium (FA) atau kelainan irama jantung.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Yoga Yuniadi mengungkapkan beberapa contoh irama jantung yang tidak regular.

"Misalnya denyut jantung seperti ada yang hilang atau melemah. Itu bisa jadi tanda fibrilasi atrium," ujar Yoga dalam diskusi media di Pusat jantung Nasional Harapan Kita, Jakarta, Senin (25/7/2016).

Denyut jantung yang menghilang dalam waktu cukup panjang akan menyebabkan tubuh terasa seperti melayang. Irama yang tidak beraturan juga bisa berupa denyut jantung yang terasa cepat seperti main drum.

Memang ada aktivitas fisik yang bisa membuat jantung berdetak cepat. Bedanya pada kondisi FA denyut yang berdebar cepat datangnya secara tiba-tiba.

"Kalau setelah olahraga denyutnya cepat, itu normal, kalau sedang ketakutan lalu berdebar juga normal. Jadi berdebarnya bukan dalam keadaan fisiologis normal begitu," jelas Yoga.

Kondisi FA tidak hanya ditentukan oleh irama jantung yang tak beraturan. Perlu pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan diagnosisnya.

Yoga menjelaskan, jantung berdenyut karena adanya sistem listrik jantung. Namun, ketika listrik jantung muncul dari banyak sumber, denyut pun menjadi tidak beraturan. Banyak faktor risiko munculnya FA. Selain faktor usia, risiko FA juga meningkat karena adanya penyakit kronis.

Gejala FA diperhatikan sejak dini karena dapat meningkatkan risiko stroke. Sayangnya, menurut Yoga banyak orang mengabaikan gangguan irama jantung. Apalagi, kelainan irama jantung bisa hilang dan timbul atau tidak menetap.

"Kalau denyut enggak beraturan, kebanyakan orang diam saja. Mereka berpikir enggak apa-apa, paling cuma karena capek," jelas Yoga.

Menurut Yoga, jika pernah mengalami irama jantung yang tak beraturan sebaiknya dipastikan penyebabnya dan kontrol ke dokter secara berkala. (Kompas.Com)

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved