Jumat, 10 April 2026

Alor Menjadi Contoh Toleransi Beragama di Indonesia

Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan beribadah menurut agamanya dan kepercayaannya itu

Editor: Ferry Ndoen
humas Korem 161 WS
TINJAU LOKASI -Danrem Wira Sakti Kupang, Brigjen Tni Heri Wiranto meninjau lokasi cetak sawah baru di Kalabahi, Selasa (19/7/2016). 

POS KUPANG.COM, KALABAHI - Komandan Korem (Danrem) 161/Wira Sakti, Brigjen TNI Heri Wiranto, SE.MM bersama Ketua MUI Provinsi NTT, Ketua dan Wakil Ketua DPRD Provinsi NTT dan Asisten II Provinsi NTT menghadiri Halal Bihalal Pemerintah, TNI-Polri dan masyarakat Kabupaten Alor yang dilaksanakan Pemda Alor di lapangan Mini Kalabahi, Selasa (19/7/2016).

Dalam sambutannya, Heri Wiranto mengatakan, dalam rangka menjaga keutuhan dan persatuan dalam masyarakat, maka diperlukan sikap saling menghormati dan saling menghargai, sehingga gesekan-gesekan yang dapat menimbulkan pertikaian dapat dihindari.

Masyarakat juga dituntut untuk saling menjaga hak dan kewajiban diantara satu dengan yang lainnya. Sebab dalam pembukaan UUD 1945 pasal 29 ayat 2 disebutkan bahwa

"Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan beribadah menurut agamanya dan kepercayaannya itu."

Oleh karena itu, sebagai warga negara sudah sepatutnya menjunjung tinggi sikap saling toleransi antar umat beragama dan saling menghormati antar hak dan kewajiban yang ada diantara kita demi keutuhan negara.

Lanjut Heri, dalam menjalani kehidupan sosial tidak bisa dipungkiri akan ada gesekan yang bisa terjadi antar kelompok masyarakat, baik yang berkaitan dengan ras atau agama. Halal Bihalal yang diselenggarakan oleh Pemda Alor merupakan wujud toleransi yang dijunjung tinggi Pemerintah, TNI-Polri dan masyarakat di Kabupaten Alor.

Dalam press release yang dikirim Dandim Alor dan diterima Pos Kupang, Rabu (20/7/2016), Heri mengatakan toleransi antar umat beragama di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada saat kegiatan pawai takbiran keliling Kota Kupang jelang Idul Fitri berjalan aman, tertib dan lancar. Kabupaten Alor juga merupakan cerminan bagi daerah lainnya.

"Saya mendengar cerita dari Dandim 1622/Alor dan Bupati Alor, "Orang Alor kalau bangun Masjid dan Gereja selalu bersama-sama," cetus Heri.

Bahkan saat perayaan hari Natal di Gereja selalu diisi oleh grup Qasidah, ketika perayaan Lebaran, ada vokal grup pemuda Kristen membawakan lagu-lagu Gereja.

"Sangat unik persatuannya seperti yang kita saksikan saat ini dalam acara Halal Bihalal, ada vocal grup pemuda gereja Ebenhezer Hombul, pemuda gereja Galet Otvai dan grup Qasidah remaja Masjid Dulolong. (*/gem)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved