OMK Riangkemie Ingin Jadi Wartawan
Untuk menjadi wartawan harus memiliki bekal pengetahuan dan ketrampilan menulis.
Penulis: Felix Janggu | Editor: Gerardus Manyela
Laporan Wartawan Pos Kupang Com, Feliks Janggu
POS KUPANG.COM, LARANTUKA, -Orang Muda Katolik (OMK) Paroki St. Yosef Riangkemie, Keuskupan Larantuka ingin menjadi wartawan. Mereka membekali diri dengan pelatihan jurnalistik di Aula Stasi Welo, Jumat (1/7/2016) siang.
Pematerinya, Ketua Asosiasi Guru Penulis Indonesia (Agupena) Flores Timur, Maksimus Masan Kian dan Ketua Komisi Sosial (Komsos) DPP Paroki Riangkemie, Feris Koten.
Pelatihan jurnalistik satu dari kegiatan sepanjang pekan OMK Paroki Riangkemie di Stasi Welo sejak 30 Juni 2016 sampai 3 Juli 2016.
"Kegiatan ini untuk membuka wawasan orang muda tentang dunia jurnalis yang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan pekan OMK Paroki Riangkemie di Stasi Welo, 30 Juni -03 Juli 2016," kata Maksi Kian.
Maksi Masan dalam materinya menyebut jurnalistik adalah aktivitas menulis. Karena itu, keterampilan dasar yang harus dimiliki seorang jurnalis adalah membaca dan menulis.
Menurutnya, dengan menulis, orang muda dapat menyuarakan kepentingan OMK maupun kepentingan masyarakat di sekitarnya.
Ia mencontohkan, ruas jalan simpang Watowiti-Tanjung Bunga selama kurun waktu yang lama rusak parah. Akan tetapi, protes dan kerinduan masyarakat akan jalan yang baik tidak tersuarakan.
Pastor moderator OMK Paroki Riangkemie, Romo Benyamin Daud, Pr, menyebut, tujuan kegiatan pekan OMK untuk membangun kebersamaan OMK di Paroki Riangkemie, juga mempersiapkan OMK untuk menjadi kader yang baik bagi Lewotanah dan gereja.
"OMK diharapkan dapat membentuk diri menjadi kader yang berbudaya, beriman, berkreativitas. Dengan kegiatan ini, OMK diharapkan mendapat nilai untuk bertumbuh dan berkembang menjadi generasi muda yang bermental baik dan beriman," katanya.