Sejak Kecil Suka Menanam
Sejak kecil Pater Marianus Dapa Talu,CSsR rajin menanam. Buahnya ia meraih kalpataru dari Bupati Sumba Barat, Niga Dapawole.
Penulis: Gerardus Manyela | Editor: Gerardus Manyela
Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Gerardus Manyella
TAMPIL dengan pakaian khas Sumba lengkap kapauta (ikat kepala) dan katopo (parang) di pinggang, pria ini mengulum senyum penuh bangga. Pagi itu, Sabtu (18/6/2016), dia hadir di Pantai Karewel, Desa Patiala Bawah, Kecamatan Lamboya, Kabupaten Sumba Barat. Kehadirannya bukan untuk memimpin misa atau memberikan pelayanan iman kepada umat, tapi untuk menerima kalpataru yang diserahkan langsung Bupati Sumba Barat, Drs. Agustinus Niga Dapawole.
Dialah Pater Marianus Dapa Talu,CSsR dari kongregasi Redemtoris, Wanogaspar , kilometer 6 Waikabubak. Dia menerima penghargaan sebagai penyelamat lingkungan. Memang pantas pria ini menerima penghargaan tersebut, karena sejak kecil dia memiliki hobi menanam dan merawat berbagai macam pohon, terutama pohon yang memiliki nilai ekonomi seperti mahoni dan jati putih.
Pria kelahiran Weepewa, Palla, 8 Maret 1971, anak ketiga dari delapan bersaudara, buah kasih Wihelmus Waka dan Theresia Tamo Ina (almarhuma), yang sudah 16 tahun menjadi pastor dipercayakan menyelamatkan lingkungan yang asri di Wanogaspar, kilometer 6 Kota Waikabubak. Di kawasan ini tumbuh subur berbagai jenis pohon mengelilingi bangunan biara.
Pater Marianus yang ditemui usai menerima kalpataru menuturkan, sejak awal novisiat di lokasi itu padang ilalang. Dirintis oleh Pater Sebastianus Anidato,CSsR, padang itu ditanami berbagai jenis pohon dan dirinya melanjutkan memelihara dan melestarikan.
Di kawasan itu ditanami jati putih, jati lokal, mahoni, kopi, kakao serta pohon hutan lainnya. Jika ada pohon yang hendak ditebang, pihaknya terlebih dahulu menanam pohon penggantinya, sehingga lingkungan itu tetap asri hingga saat ini. Karena di lokasi itu sudah padat dengan pohon-pohon, tutur Pater Marianus, kogregasi ini mencari lokasi baru di Weetabula.
Soal penghargaan, Pater Marianus mengatakan lebih pada tanggung jawab yang lebih besar lagi. "Saya tidak bayangkan dapat penghargaan. Prinsip saya, kita harus menyatu dengan lingkungan," tutur Pater Marianus.(gem)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/pater-marianus-dapa-talucssr_20160710_153831.jpg)