Senin, 13 April 2026

Pedagang Asongan Tewas Terjepit Badan Kapal di Pelabuhan Aimere

Seorang pedagang asongan asal Boawae, Kabupaten Nagekeo, Matheos Teru Leo (42) meninggal dunia setelah terjepit bodi kapal Inerie II dan besi dermaga

Editor: Alfred Dama
Sutterstock
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Teni Jehanas

POS KUPANG.COM, BAJAWA -- Seorang pedagang asongan asal Boawae, Kabupaten Nagekeo, Matheos Teru Leo (42) meninggal dunia setelah terjepit bodi kapal Inerie II dan besi dermaga di Pelabuhan Aimere, Sabtu (8/7/2016).

Korban terjepit bodi kapal dan besi dermaga, saat korban berusaha menyelamatkan dompetnya yang jatuh di laut.

Kapolsek Aimere, AKP Lofinus Padabain saat dikonfirmasi Pos Kupang, Sabtu (8/7/2016)mengatakan, pukul 09.10 Wita, kapal feri Inerie II siap berangkat menuju Waingapu dan randor kapal sudah ditutup.

Saat itu, korban jalan di dermaga yang persis di pinggir kapal. Saat jalan, dompet korban jatuh ke laut lalu ia berusaha menyelematkan dompet dengan cara mendekati besi penahan bodi kapal di tiang dermaga.

Saat ia berada di besi itu, bodi kapal agak ke dalam. Saat gelombang datang, bodi kapal merapat lagi ke tiang dermaga. Korban yang kosentrasi menyelematkan dompet langsung dijepit bodi kapal sebanyak tiga kali hingga korban pingsan.

Korban sempat dilarikan ke Puskesmas Aimere untuk mendapat pertolongan medis, namun pukul 09.30 Wita, korban menghembuskan nafas terakhirnya. Hasil pemeriksaan medis, korban meninggal akibat terjepit benda keras dan benturan keras di bagian tubuh. Hari itu juga, korban dijemput orangtua kandungnya dari Boawae untuk dimakamkan.

Menurut Lofinus, kasus tersebut dalam penyelidikan polisi di Polsek Aimere dibantu penyidik Polres Ngada empat orang. Polisi sudah memeriksa petugas ASDP, Syahbandar serta beberapa orang saksi. Polisi akan memeriksa nakoda kapal, maulim satu dan petugas tali di dek randor.

Satu diantara beberapa tenaga bongkar muat di Pelabuhan Aimere, Jack Dose mengatakan, korban adalah pedagang asongan yang setiap hari menjual sopi dan pilih botol. Korban sudah hampir dua tahun mencari nafkah di pelabuhan Aimere.*

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved