Selamat Merayakan Lebaran

Selama berada di kampung, seseorang akan kembali berkumpul dengan sanak saudara seperti sedia kala.

Penulis: PosKupang | Editor: Dion DB Putra

POS KUPANG.COM - Idul Fitri atau Lebaran merupakan hari besar bagi umat muslim seluruh dunia. Banyak makna hari raya keagamaan ini. Semua itu merupakan ujung dari puasa selama sebulan. Selama puasa umat muslim harus pantang dan mati raga. Setelah melewati tahapan itu, dirayakan Idul Fitri yang intinya kembali kepada kemurnian dan kesucian. Paling tidak Idul Fitri mengajarkan kepada pemeluknya untuk kembali berbuat baik demi kepentingan bersama.

Khusus di Indonesia, Idul Fitri memiliki ciri tersendiri. Di Jawa, Sumatra, Sulawesi dan Kalimantan nuansanya pasti berbeda dengan daerah-daerah lain. Saat itu, semua orang berkeinginan untuk pulang kampung untuk menemui sanak saudaranya guna menjalin silaturahmi. Itu juga berarti kembali kepada orangtua dan leluhur untuk berjumpa dengan mereka.

Selama berada di kampung, seseorang akan kembali berkumpul dengan sanak saudara seperti sedia kala. Malah bukan hanya di Indonesia, dari luar negeri juga mereka berusaha sekuat tenaga untuk kembali ke rumahnya. Ini tentu memiliki arti tersendiri.

Kerinduan untuk berkumpul dan bersama keluarga merupakan sesuatu yang didambakan setelah setahun bekerja di perantauan.
Tentu ada banyak makna yang terkandung di dalam Idul Fitri itu. Setiap individu yang menjalaninya pasti merasakan apa arti Idul Fitri bagi dirinya dan keluarga. Bersamaan dengan itu, dalam konteks kehidupan sosial, Idul Fitri pasti memberi inspirasi yang luar biasa. Hendaknya dilihat bahwa kebersamaan itu tidak hanya dengan keluarga sendiri, tetapi juga betapa indahnya hidup damai dan serasi bersama orang lain.

Tidak heran bila selama menjalani puasa, berbagai kiat dilakukan orang dalam bentuk memberi sedekah bagi mereka yang kurang mampu. Atau apa saja kegiatan lain yang intinya memperhatikan orang lain. Maka dengan landasan Idul Fitri, maka marilah kita semua tetap menjalin tali silaturahmi dengan sesama.

Sesama itu harus bisa dilihat sebagai bagian dari keluarga kita. Dengan hidup berdamai dengan orang lain kita merasa nyaman dan berkelimpahan dalam segala hal. Karena itu, Idul Fitri harus menjadi saat berahmat. Kita harus saling maaf-memaafkan.

Selamat Idul Fitri, minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin. *

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved