Sabtu, 25 April 2026

Pilkada Kota Kupang

Jonas Klaim Didukung 31 Kursi

Dukungan itu berasal dari Partai Golkar, PDIP, PKPI, Nasdem, Hanura, PPP, PKB dan PAN.

Penulis: maksi_marho | Editor: Alfred Dama
POS KUPANG/HERMINA PELLO
VISI MISI - Jonas Salean, Balon Walikota Kupang periode 2017-2022 memaparkan visi misinya di DPC Partai Hanura NTT, April 2016. 

Bahkan, PKPI menjadi partai yang pertama yang siap menetapkan paket Yonas Salean-Nikolaus Frans untuk diusung bersama PDIP dan Golkar.

Partai lain yang juga berpeluang bergabung bersama paket Yonas Salean-Nikolaus Frans adalah PPP dan PAN. Karena di tingkat pusat, Koalisi Indonesia Hebat menginginkan koalisi partai-partainya juga sampai ke daerah-daerah. Bahkan, pihaknya berharap PKB pun merapat ke paket Yonas Salean-Nikolaus Frans.

Menjawab pertanyaan wartawan soal tarik ulur di PDIP, dimana Selly Tokan Kamilus belum resmi mengundurkan diri, Salean mengatakan, soal pengunduran diri Selly Tokan Kamilus itu adalah urusan intern PDIP.

"Soal PDIP masih tarik-menarik itu urusan PDIP. Tapi kalau saya lihat administrasi yang ada, sudah tidak ada masalah lagi dengan PDIP," kata Salean.

Sedangkan ketika ditanya wartawan, bagaimana kalau senadainya DPD PDIP NTT tetap menyodorkan nama Selly Tokan Kamilus sebagai kandidat wakil walikota Kupang mendampingi dirinya, Yonas Salean mengatakan, saat masih di tahap fit and proper test dan ditindak lanjuti dengan permintaan klarifikasi oleh DPP PDIP yang saat itu dipimpin Bambang DH, dirinya diajukan dua pertanyaan.

Pertanyaan pertama, kata Salean, adalah antara Nikolaus Frans dan Selly Tokan Kamilus siapa yang paling berpengalaman di pemerintahan.

Secara otomatis ia menjawab Nikolaus Frans karena tak bisa dipungkiri kalau Nikolaus Frans sudah tiga periode menjadi anggota DPRD Kota Kupang. Sementara Selly Tokan Kamilus baru satu kali menjadi angota DPRD Kota Kupang.

Sedangkan pertanyaan kedua yang diajukan DPP PDIP terhadap dirinya, kata Yonas Salean, kedekatan antara dirinya sebagai kandidat calon Walikota Kupang dengan Nikolaus Frans dan Selly Tokan Kamilus maka yang paling dekat.

"Otomatis saya menjawab Nikolaus Frans karena saya sudah 15 tahun mengenal dan bersama Nikolaus Frans. Selesai menjawab dua pertanyaan itu, saya pulang. Jadi saya cuma.diajukan dua pertanyaan oleh DPP PDIP," kata Salean.

Saat memberi klarifikasi ke DPP PDIP, kata Salean, ia bersama Ketua DPC PDIP Kota Kupang dan DPD PDIP NTT. Hanya saat itu, dari DPD PDIP dihadiri oleh Sekretaris DPD PDIP NTT, Nelson Matara. Dan, saat kembali ke Kupang ia lalu dipanggil khusus oleh Tim 5 DPC PDIP Kota Kupang.

"Oleh Tim 5 DPC PDIP Kota Kupang saya kemudian ditanya memilih siapa, Nikolaus Frans atau Selly Tokan Kamilus. Saya menjawab seperti di DPP PDIP. Saya memilih Nikolaus Frans bukan berarti Selly Tokan Kamilus jelek. Saya tidak pernah mengatakan Selly Tokan jelek. Pak Selly Tokan menjadi anggota DPRD karena beliau bagus. Tapi saya ditanya dua pertanyaan itu sehingga saya harus memilih salah satunya," kata Salean.

Berdasarkan hal itu, kata Salean, pihaknya kemudian membuat laporan ke DPP Partai Golkar. Di DPP Partai Golkar pun mereka punya rekam jejak. Sehingga mereka tidak asal-asal diusung.

"Tapi kalau pak Frans (Frans Lebu Raya) bilang..ya itu tergantung organisasi. Tapi saya kira pak gubernur tidak seperti itu," kata Salean soal kemungkinan Selly Tokan Kamilus tetap diusung PDIP.*

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved