Elfrida Teriak Lihat Suaminya Dibunuh

Elfrida Bria Bere (21) berteriak histeris saat melihat sang suami, Lukas Nahak, dipukuli dengan batu oleh Agustinus Nahak hingga meninggal.

Penulis: Dion Kota | Editor: Kanis Jehola

Laporan Wartawan Pos Kupang, Dion Kota

POS KUPANG.COM, MALAKA - Elfrida Bria Bere (21) berteriak histeris saat melihat sang suami, Lukas Nahak, dipukuli dengan batu berkali-kali oleh Agustinus Nahak hingga meninggal. Pelaku merupakan ayah kandung korban.

Kasus pembunuhan yang terjadi di Desa Lasaen, Kecamatan Malak Barat, Kabupaten Malaka, ini terjadi pada 26 Mei lalu. Kasus pembunuhan sadis ini terjadi pada siang bolong diduga bermotif dendam lama. Pasalnya, pada Oktober 2014 lalu, korban sempat menombak wajah tersangka, namun tidak sampai meninggal. Kasus yang sempat naik ke aparat kepolisian ini berujung damai karena tersangka mengatakan sudah memaafkan korban karena berstatus ayah-anak. Namun, diduga dendam inilah yang menyebabkan tersangka tega menghabisi anak pertamanya ini.

Elfrida Bria Bere, istri korban yang melihat langsung pembunuhan sadis tersebut terus berteriak histeris meminta ayah mantunya berhenti memukuli sang suami. Namun teriakan Elfrida tak dihiraukan tersangka. Tersangka terus menghantam kepala korban dengan batu hingga meninggal dunia di tempat.

"Kakak saya sudah teriak minta stop sudah, suami saya sudah mati tapi dia (tersangka, Red) pukul terus pakai batu. Saya akhirnya lari minta bantuan tetangga, namun semua tidak ada di rumah," ungkap Elfrida sambil bercucuran air mata saat ditemui Pos Kupang, Rabu (22/6/2016), saat rekonstruksi di Desa Lasaen.

Dia mengatakan, sangat sakit hati dengan tersangka. Pasalnya, 30 hari sebelum suaminya dibunuh, ia baru saja kehilangan anak pertamanya yang meninggal seusai melahirkan. Dirinya terus menangis saat melihat adegan demi adegan dalam rekonstruksi pembunuhan suami tersebut. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved