Breaking News

LIPSUS

CTKI Asal NTT Harus Belajar Cara Mengurus Rumah

Tiga calon TKW serius belajar menyetrika pakaian di ruang praktik PPTKIS PT Citra Bina Tenaga Mandiri (CBTM) Kupang.

Penulis: maksi_marho | Editor: omdsmy_novemy_leo
Pos Kupang/ant
Ilustrasi - Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Imigrasi Pelabuhan Internasional Tunon Taka Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Ratusan ribu WNI yang bekerja di Negeri Sabah sebagian besar masuk tanpa dokumen keimigrasian (ilegal) sehingga pemerintah Malaysia mengusirnya setiap pekan ke Kabupaten Nunukan. (ANTARA FOTO/M Rusman) 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Tiga calon TKW serius belajar menyetrika pakaian di ruang praktik PPTKIS PT Citra Bina Tenaga Mandiri (CBTM) Kupang. Beberapa calon TKW lainnya belajar membersihkan lantai menggunakan alat penyedot debu.

ADA lagi yang belajar memasak dan menyiapkan makanan di meja makan, ada yang belajar memandikan anak, belajar mendorong kursi roda dengan seorang teman yang bertindak sebagai kakak yang tak bisa berjalan sendiri.

Mereka belajar dengan serius. Mereka mempraktikan pelajaran yang mereka terima agar bisa terampil ketika nanti menjadi TKW dan bekerja sebagai asisten rumah tangga di luar negeri.

Selama praktik belajar, para calon TKW ini didampingi dua instruktur, yakni Margaretha Ndilu, dan Damaris Mengga. Ketika melakukan kesalahan, mereka langsung ditegur kedua instruktur tersebut. Setelah ditegur, para calon TKW ini dinasehati dan diajarkan cara yang benar dalam melakukan pekerjaan menggunakan fasilitas yang tersedia.

Di ruang praktik ini, ada sejumlah peralatan yang telah disiapkan. Untuk belajar setrika pakaian, tersedia beberapa pakaian, meja dan setrika listrik. Untuk belajar membersikan lantai dan perabotan, tersedia meja dan kursi sofa, lemari dan mesin penyedot debu.

Selain itu, untuk belajar memasak dan menyiapkan makanan, tersedia meja makan serta kursinya, piring, gelas dan sendok serta tempat nasi dan sayur. Ada juga peralatan masak elektronik menggunakan listrik.

Sementara untuk praktik melayani kakek-kakek yang sakit atau tak mampu jalan sendiri, tersedia kursi roda. Yang tak kalah menariknya, untuk latihan mengurus bayi atau anak-anak, tersedia tempat mandi dan boneka bayi.

Tetapi saat itu, juga ada seorang anak kecil berusia sekitar satu tahun lebih. Anak kecil tersebut ternyata putra dari Damaris Mengga, salah satu instruktur di PT CBTM Kupang.

"Si kecil ini adalah putra dari instruktur, ibu Damaria Mengga. Kalau belajar praktik cara memandikan anak yang benar biasanya kami pakai anak ini untuk belajar. Kami mandikan dia," kata Damaris Dada Gole, salah seorang calon TKW.

Saat itu, Damaris sedang menggendong putra dari instrukturnya itu.
Mendengar Damaris Dada Gole sebagai calon TKW mengatakan hal itu, Damaris Mengga selaku instruktur dan ibu dari anak itu, tertawa.

"Memang benar. Kadang-kadang mereka praktik memandikan anak saya," kata Damaris Mengga.

Bagi Damaris Mengga sebagai instruktur, menjadikan anaknya untuk praktik memandikan anak oleh calon TKW tidak menjadi masalah. Yang penting para calon TKW bisa terampil dalam mengurus rumah tangga sebelum benar-benar menjadi asisten rumah tangga di negeri orang.

Tiga calon TKW serius belajar menyetrika pakaian di ruang praktik PPTKIS PT Citra Bina Tenaga Mandiri (CBTM) Kupang. Beberapa calon TKW lainnya belajar membersihkan lantai menggunakan alat penyedot debu.

Hal itu terlihat ketika Pos Kupang mengunjungi PPTKIS PT CBTM Kupang di Jalan Manafe No 17 Kayu Putih Kupang, Rabu (22/6/2016) siang. Di ruangan praktik ini masih ada perlengkapan praktik lainnya untuk peningkatan calon TKW dan TKI.

Pendidikan teori, tersedia ruangan lain. Ruangan itu lengkap dengan papan tulis dan kursi-kursinya seperti di sekolah. Para calon TKI/TKW juga disiapkan asrama dan baju seragam sehingga bisa menjalani pendidikan dan latihan ketrampilan dengan tenang.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved