Tolak Reformasi Pendidikan, Guru dan Polisi Bentrok
Orang-orang tak dikenal melepaskan tembakan ke kerumunan massa yang bentrok dengan polisi di Meksiko selatan, Minggu (19/6/2016)
POS KUPANG.COM, OAXACA- Orang-orang tak dikenal melepaskan tembakan ke kerumunan massa yang bentrok dengan polisi di Meksiko selatan, Minggu (19/6/2016) waktu setempat.
Semula dilaporkan, dua warga sipil dan seorang polisi tewas dalam insiden itu.
Beberapa jam kemudian, kematian bertambah. Sedikitnya tujuh orang tewas, termasuk seorang polisi.
Lebih dari 100 orang lagi terluka dalam aksi unjuk rasa massa serikat guru yang kemudian terlibat bentrok dengan polisi anti huru-hara di beberapa kota di Meksiko selatan.
Kekerasan pecah ketika polisi menembakkan gas air mata ke kerumunan massa pengunjuk rasa untuk mengakhiri barikade selama satu pekan yang memblokade jalan di Asuncion Nochixtlan, Negara Bagian Oaxaca. Beberapa kendaraan dibakar massa.
Serikat guru yang tergabung dalam Koordinator Pekerja Pendidikan Nasional (CNTE) telah menggelar aksi protes di Oaxaca selama beberapa hari ini.
Massa serikat guru itu menentang reformasi pendidikan yang diluncurkan oleh Presiden Enrique Pena Nieto dan penangkapan dua pemimpin serikat oleh polisi.
Reformasi pendidikan itu antara lain ditandai dengan perlunya uji kompetensi bagi para guru. Namun, serikat guru menolak kebijakan itu.
Komisi Keamanan Nasional semula menyangkal bahwa anggotanya dilengkapi senjata. Foto-foto di media memperlihatkan mereka bersenjata dicap sebagai berita yang salah.
Kepala Polisi Federal Enrique Galindo kemudian mengatakan, satu unit bersenjata telah dikerahkan setelah orang-orang tak dikenal "menembakkan senjata mereka kepada polisi dan warga".
"Para guru bahkan tidak terlibat dalam kasus ini," kata Galindo pada konferensi pers.
"Ada laporan tentang kehadiran berbagai kelompok kekerasan yang memimpin blokade jalan dan instalasi strategis," kata pemerintah federal dan negara bagian dalam pernyataan bersama.
CNTE pun didesak untuk menjauhkan diri dari kelompok-kelompok tak dikenal tersebut.
Menurut pejabat keamanan publik Oaxaca, Jorge Alberto Ruiz Martinez, akibat adanya penembakan oleh orang-orang tak dikenal itu enam warga sipil tewas.
Selain itu, 55 petugas keamanan federal dan negara bagian terluka, termasuk delapan orang yang terkenal luka tembak. Di sisi warga sipil, ada 53 orang terluka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/unjuk-rasa-guru-di-meksiko-selatan-minggu-1962016_20160620_181245.jpg)