Ketua Sinode GMIT: Persekutuan Doa Punya Peranan Penting

Ketua Sinode GMIT, Pendeta Dr. Merry Kolimon membuka kegiatan HUT ke-15 Persekutuan Doa lingkup Sinode GMIT di Gedung Kebaktian GMIT Efata SoE, Rabu

Editor: Ferry Ndoen

POS KUPANG.COM, SOE - Ketua Sinode GMIT, Pendeta Dr. Merry Kolimon membuka kegiatan HUT ke-15 Persekutuan Doa lingkup Sinode GMIT di Gedung Kebaktian GMIT Efata SoE, Rabu (15/6/2016).

Demikian penjelasan Panitia Seksi Dokumentasi dan Publikasi
Frit A Tagi Huma, Sos, melalui siaran pers yang diterima Pos Kupang, Rabu (15/6/2016)

Pendeta Merry Kolimon dalam suara gembalanya mengatakan, persekutuan doa memiliki peran yang penting dalam perjalanan GMIT. Peristiwa Gerakan Kebangunan Rohani yang terjadi pada tahun 1965 di SoE, telah menggerakkan berbagai jemaat dari segala lapisan dan berbagai latar belakang pendidikan untuk belajar berdoa sekaligus mendorong jemaat untuk semakin aktif dalam hidup bergereja.

Tim-tim doa yang terbentuk kala itu, kata dia, terus bergerak dari kota ke kota untuk mengajar orang berdoa dan mengaku iman kepada Yesus Kristus.

Menurut Pendeta Merry, dalam perjuangan yang panjang dengan campur tangan Tuhan yang luar biasa, akhirnya persekutuan doa bisa diakomodir menjadi unit pelayanan dalam Sinode GMIT karena persekutuan doa memiliki peran yang penting dalam memelihara iman jemaat, memperkuat spiritualitas jemaat dan alat kesaksian jemaat.

Untuk itu, Sinode GMIT akan terus mendampingi anggota persekutuan doa. Ia berharap, moment ulang tahun ke-15 menjadi kesempatan belajar bersama berbagai aspek penting dalam pelayanan, misi gereja bersifat holistik sehingga selain belajar tentang karunia rohani tapi juga bicara soal pengembangan ekonomi jemaat, partisipasi membangun bangsa dan negara.

Saat yang sama, Wakil Gubenur NTT, Drs. Benny Litelnoni, S.H, M.Si mengatakan,

"Setiap kita dalam jabatan apapun diutus untuk melayani. Tugas Pemerintah Provinsi NTT, adalah membangun karakter bangsa, membangun moral masyarakat supaya mempunyai integritas yang tinggi."

"Anggota persekutuan doa tidak diutus hanya untuk berdoa saja tetapi kita diutus untuk bekerja mengubah alam menjadi alam penuh berkat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Wakil Bupati TTS, Drs. Obed Naitboho, M.Si, mengatakan, persekutuan doa merupakan suatu bagian yang sangat penting dalam kehidupan umat Kristen karena merupakan salah satu dari tiga tugas utama orang percaya, yaitu bersekutu, bersaksi dan melayani.

Ketua Panitia Penyelenggara HUT ke-15 Persekutuan Doa GMIT, Penatua Marthen Saekoko mengatakan, tujuan dilaksanakan kegiatan tesebut adalah sebagai wujud ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yesus atas penambahan pelayanan persekutuan selama satu tahun serta untuk memperdalam pengetahuan dan pemahaman warga persekutuan doa tentang tata GMIT dan aspek-aspek pelayanan lainnya.

Kegiatan yang diikuti oleh perutusan persekutuan doa yang berasal dari klasis-klasis se-wilayah GMIT, pendeta, jemaat dan ketua majelis klasis akan berlangsung selama tiga hari, yakni tanggal 15-17 Juni 2016. (*/ely)

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved