Enam Perusahaan Tambang Diadukan ke Polda NTT
Enam perusahaan tambang galian C diadukan ke Kapolda NTT dan jaksa karena melakukan penambangan liar di Sungai Noelbiboko, Desa Pariti dan Desa Oetete
Penulis: Julius Akoit | Editor: Alfred Dama
Laporan Wartawan Pos Kupang, Julianus Akoit
POS KUPANG.COM, OELAMASI -- Enam perusahaan tambang galian C diadukan ke Kapolda NTT dan jaksa karena melakukan penambangan liar di Sungai Noelbiboko, Desa Pariti dan Desa Oetete, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang.
Akibat penambangan liar tersebut, warga tidak bisa mengerjakan sawah. Dan terjadi banjir dan erosi akibat kerusakan lingkungan hidup.
Pengaduan dilakukan secara tertulis melalui surat bernomor: 01/MDP/JUNI/2016 tertanggal 9 Juni 2016. Surat itu dilampiri tandatangan 108 warga Desa Pariti dan Desa Oeteta. Tembusan surat diperoleh Pos Kupang, Rabu (14/6/2016) siang.
Dalam surat setebal 7 halaman itu, warga menyebut enam perusahaan tambang yang melakukan penambangan liar. Yaitu CV. Dua Putra Perkasa, CV. Karunia Indah, CV. Star, CV. Surya Utama, CV. HMN dan CV. Camplong Kuari.
Warga menyebut 3 alasan utama menolak kehadiran enam perusahaan tambang galian C itu. Pertama, kegiatan penambangan itu tidak mendapat persetujuan secara langsung oleh masyarakat. Surat persetujuan itu harus dilampirkan saat pengajuan izin usaha pertambangan. Ternyata tidak ada sama sekali.
Kedua, eksploitasi tambang yang masif di badan sungai Noelbiboko menyebabkan kerusakan lingkungan hidup yang parah serta terjadi banjir dan erosi pada musim penghujan tahun 2015 lalu sehingga melanda pemukiman warga pada dusun V dan VI. Selain itu areal persawahan tidak bisa digarap karena saluran air tertutup oleh material galian C.
Ketiga, tidak ada kontribusi wajib bagi pendapatan desa di Pariti dan Oeleta. Surat pengaduan ini ditandatangan oleh Tafael Tuka (Koordinator Warga) dan Mozes C.L. Fanggidae. Ditambah 108 warga membubuhkan tandatangannya.
"Saya belum dapat tembusan surat pengaduan itu. Nanti saya baca dulu, baru saya komentar," jelas Kadis Pertambangan dan Energi Kabupaten Kupang, N.C. Noke, saat dihubungi Rabu siang.*