Pelabuhan Wini TTU Penyangga Masuk Kawasan Indonesia Timur
Di tingkat kabupaten kita belum rapat koordinasi terkait Program Tol Laut Maritim. Tujuan Pelabuhan Wini untuk menjaga disparitas harga.
POS KUPANG.COM, KEFAMENANU -Program Presiden Jokowi, khususnya tol laut maritim untuk Pelabuhan Wini, di Kecamatan Insana Utara, Kabupaten TTU, wilayah perbatasan RI-RDTL saat ini masuk dalam kawasan perbatasan Indonesia timur.
Secara nasional Pelabuhan Wini direncanakan sebagai pelabuhan penyangga atau pelabuhan persinggahan kapal produsen logistik. Namun hal ini belum dimaksimalkan Pemda TTU sebagai potensi besar.
"Di tingkat kabupaten kita belum rapat koordinasi terkait Program Tol Laut Maritim. Tujuan Pelabuhan Wini untuk menjaga disparitas harga. Kendala kita hanya dermaga belum maksimal," ujar Kadisperindakop TTU, Maksi Akoit, ketika dikonfirmasi di ruanganya, Senin (13/6/2016) terkait implementasi Pemda TTU memanfaatkan potensi Pelabuhan Wini.
Menurutnya, Pelabuhan Wini jika sudah ditetapkan untuk disinggahi kapal dengan tonase yang ditetapkan, maka pengusaha bisa membangung gudang di Pelabuhan Wini. "Kontainer tidak dihitung per unit untuk biayai upah buru tapi dihitung per kontainer. Yang paling membengkak upah buruh di pelabuhan cukup tinggi,"ujarnya.
Akoit mengatakan, dalam planing tingkat nnasional, Pelabuhan Wini masuk kawasan pelabuhan perbatasan untuk kawasan Indonesia timur. Untuk itu, kapal akan melewati Tanjung Perak, Lewoleba, Waingapu, Tenau dan sebelum ke Sorong harus singgahi Pelabuhan Wini dan Atapupu.
Disperindakop TTU, demikian Akoit, sudah mempunyai perencanaan hingga 2019 minimal untuk menjaga disparitas harga tingkat produsen hingga konsumen di TTU. "Untuk menjaga disparitas harga maka sarana dan prasarana harus dibangun. Pelabuhan Wini sudah ada tapi kita ikuti apa yang sudah dilakukan Dinas Perhubungan," ungkapnya.
Bangun Jembatan Timbang
Kapala Dinas (Kadis) Perhubungan Odi Sila, ditemui terpisah mengatakan, Pelabuhan Wini sudah masuk dalam skala prioritas sesuai Perpres Nomor 179 tentang prioritas daerah perbatasan. Untuk itu, ke depan Pelabuhan Wini akan ada peningkatan status dan pengembangan pelabuhan.
Sila mengatakan, tahun 2016 dan 2017 pihaknya mempunyai perencanaan untuk dibangun sarana dan prasarana pendukung lainnya melalui APBD kabupaten. Namun untuk perencanaan melalui dana pusat belum diketahuinya.
"Melalui APBD direncanakan tahun 2017 pemasangan lampu di area pelabuhan, pembangunan gedung bongkar muat, pelataran area parkir kontainer pelabuhan, jembatan timbang. Jembatan timbang tahun ini (2016) kita bangun di depan pintu masuk," ungkap Sila.(abe)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/pelabuhan-wini_20150608_093742.jpg)