Bersalin Tanpa Rasa Nyeri

Rasa nyeri saat bersalin bisa membuat ibu hamil cemas dan takut

Bersalin Tanpa Rasa Nyeri
Thinkstockphotos
Ilustrasi

Bersalin Tanpa Rasa Nyeri

Rasa nyeri saat bersalin bisa membuat ibu hamil cemas dan takut menghadapi persalinan. Ketakutan dan kecemasan berdampak negatif pada proses persalinan. Itu membuat kontraksi otot-otot rahim tak kuat sehingga persalinan berlangsung lama dan mengakibatkan bayi kekurangan oksigen.

Di sisi lain, kecemasan dan ketakutan menjelang persalinan dapat membuat ibu hamil mengalami nyeri saat melahirkan. Lingkaran setan itu berkontribusi pada tingginya angka kematian ibu di Indonesia.

Kondisi itu memotivasi Setyowati, Guru Besar Ilmu Keperawatan Maternitas Universitas Indonesia, untuk mencari bentuk intervensi memutus lingkaran ketakutan, kecemasan, dan persalinan lama. Harapannya, anak yang dilahirkan dan ibu melahirkan bisa selamat.

Setyowati pun mempelajari teknik akupresur, teknik menekan rasa nyeri dengan menekan atau memijat titik-titik tertentu di tubuh. Akupresur menurunkan ketegangan otot dan memperlancar sirkulasi darah.

Sayangnya, teknik itu belum dipraktikkan di fasilitas kesehatan. Sebab, waktu tenaga kesehatan terbatas dan amat sedikit tenaga kesehatan yang memahami teknik itu.

Terkait hal itu, Setyowati lalu bekerja sama dengan Raldi Astono Koestoer, Guru Besar Fakultas Teknik UI, untuk mengembangkan alat penerjemah prinsip akupresur melalui teknik elektromagnetik.

Mereka mengembangkan alat yang dinamai pain digital acupressure (PDA). Ada modul MP3 di dalam PDA untuk membangkitkan gelombang akupresur square, frekuensi 30 hertz, amplitudo 0,8, dan volume 2.

Gelombang square yang dihasilkan PDA akan disalurkan melalui bantalan (pad) yang ditempelkan di empat titik, yakni di bahu kiri dan kanan (titik Jianjing GB-21), sekitar tulang ekor (titik BL 32), di pertemuan pangkal telunjuk dan jempol (titik LI 4 He Kuk), serta di kaki bagian bawah (titik SP 6 Sanyinjiao).

Pada tahap awal, PDA diuji coba pada enam kambing yang akan melahirkan normal. Hasilnya, kontraksi normal, teratur, dan kuat. Pemasangan PDA tak mengganggu kelahiran kambing percobaan. Proses kelahiran lebih cepat 5 menit 30 detik dari biasanya 30 menit. Detak jantung bayi kambing tak terpengaruh PDA.

Halaman
12
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved