IBI NTT Ragukan Kualitas Bidan
Kalau jumlah, sebetulnya cukup. Tetapi kualitas masih diragukan. Untuk itu kami akan melakukan pembaruan ilmu-ilmu kebidanan.
Penulis: alwy | Editor: Ferry Jahang
POS KUPANG.COM, KUPANG--KETUA Ikatan Bidan Indonesia (IBI) NTT, Elisabeth Rengka, SST menilai jumlah bidan untuk kabupaten/kota di NTT sudah mencukupi. Namun, kualitasnya masih jauh dari harapan.
"Kalau jumlah, sebetulnya cukup. Tetapi kualitas masih diragukan. Untuk itu kami akan melakukan pembaruan ilmu-ilmu kebidanan. Yang sudah jadi bidan dipanggil, dilatih kembali untuk direview pengetahuan mereka," ujar Elisabeth kepada Pos Kupang, Kamis (26/5/2016) lalu.
Elisabeth mengungkapkan bisa jadi seorang bidan lulus dengan pengetahuan teori memuaskan tetapi keterampilannya terbatas. "Bidan perlu memiliki keterampilan anamnesi yakni membangun hubungan yang baik dengan ibu hamil yang hendak menjalani persalinan," jelas Elisabeth.
Ia mencontohkan, seorang bidan perlu menjalin komunikasi yang baik dengan ibu yang akan melahirkan.Bukan sebaliknya mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas bahkan lari meninggalkan pasien.
"Saya beri contoh, bidan menyampaikan kalau kamu (ibu hamil, Red) bikin diam-diam sekarang mau melahirkan kamu teriak-teriak, pernyataan seperti itu tidak boleh ada. Saya juga mendengar orang mau melahirkan tetapi bidannya malah lari," tandas Elisabeth.
Menurutnya, seorang bidan perlu menciptakan suasana sedemikian rupa agar ibu hamil nyaman saat diperiksa dan mempersiapkan diri untuk melahirkan. Dengan demikian bidan akan selalu dirindukan setiap ibu hamil.
Elisabeth mengatakan, IBI bersama Dinkes NTT terus berusaha meningkatkan kualitas bidan yang mengabdi di daerah ini.
"IBI bekerjasama Asosiasi Pendidikan Kebidanan Indonesia dan Dikti terus menyiapkan bidan yang profesional. Semua mahasiswa kebidanan sebelum turun ke lapangan harus diuji kompetensi terlebih dahulu. Begitu mereka tamat harus ikut uji kompetensi. Setelah itu baru diberi tanda registrasi anggota bidan," jelas Elisabeth.
Dikatakannya, bidan yang turun ke lapangan harus siap pakai dan tidak untuk belajar lagi. Persyaratan menjadi bidan saat ini lebih ringan yaitu menjalani 50 persalinan. Di masa lalu harus melalui 150 persalinan.
Selain keterampilan, para bidan dibekali sikap yang baik lantaran bidang kerjanya terkait nyawa manusia. Bidan juga dituntut membuat keputusan yang benar saat menolong persalinan pasien, apakah harus dirujuk atau ditolong sendiri. (aly)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/ketua-ibi-ntt-elisabet-rengka_20160608_185847.jpg)