Bupati Tidak Didukung Bawahan Nasdem Kritik Bupati Belu
Itu wajib hukumnya diikuti SKPD. Suka tidak suka harus mendukung. Semua harus tunduk pada kebijakan Bupati Belu, Wily Lay,
POS KUPANG.COM, ATAMBUA- Pernyataan Bupati Belu, Willy Lay bahwa dirinya tidak didukung bawahan menuai kritik. Fraksi Partai Nasdem Belu dan elemen masyarakat menyayangkan pernyataan tersebut.
Ketua Fraksi Nasdem DPRD Belu, Stefanus Mau ketika dimintai komentarnya, Sabtu (4/6/2016) mengatakan, seharusnya bupati tidak perlu melontarkan pernyataan itu apalagi disampaikan dalam forum resmi.
"Pernyataan itu sebenarnya tidak perlu ada. Sebagai pimpinan tertinggi di daerah, bupati punya wewenang penuh mengatur pemerintahan di sini. Jadi sangat disayangkan. Itu wajib hukumnya diikuti SKPD. Suka tidak suka harus mendukung. Semua harus tunduk pada kebijakan Bupati Belu, Wily Lay," tegasnya.
Menurutnya, jika ada SKPD atau bawahan yang tidak mendukung programnya, atau tidak bisa diajak kerjasama maka bupati bisa langsung mengambil tindakan. "Supaya pemeritahan bisa berjalan lancar. Pimpinan SKPD pembangkang sebaiknya diganti," tegasnya.
Secara terpisah, salah satu aktivis pemuda di Belu, Aprianus Hale mengatakan, Bupati Belu, Willy Lay harus intropeksi terkait kepemimpinannya yang sudah berjalan tiga bulan lebih karena bisa saja itu cuma perasaan bupati yang belum tentu benar.
Dia menilai, sejauh ini Bupati Belu terkesan berjalan sendiri dan terlihat tidak bergandeng tangan bersama semua SKPD, camat, kepala desa dan elemen lain.
"Bisa saja staf mengganggap perintah bupati menyalahi aturan. Contohnya menanam bawang yang dananya bon dulu. Ini menyalahi aturan karena aturan dalam hukum administrasi negara tidak bisa begitu. Harus ada perencanaan dulu baru bisa realisasi anggaran. Bukan anggaran dulu (bon) baru rencana anggaran. Ini soal tata pemerintahan, bukan bisnis," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, Bupati Belu, Willy Lay dalam sambutannya pada penandatanganan kerjasama antara Pemkab Belu dan Kejari Atambua, di Aula Gedung Wanita Betelalenok Atambua, Kamis (2/6/2016) menyatakan dirinya merasa belum didukung sepenuhnya oleh bawahan baik itu dinas, camat maupun kepala desa.
Bentuk belum ada dukungan penuh terlihat dari program yang dibuatnya seperti penanaman bawang tuk-tuk di Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak.
"Masyarakat di sana gagal tanam dan gagal panen sehingga saya minta instansi teknis, camat dan kepala desa mendorong masyarakat menanam bawang tuk-tuk. Semuanya tidak ada dalam DPA tapi itu inisiatif saya. Kita bon dulu, setelah itu baru kita anggarkan," tegasnya.
Bupati menyayangkan adanya perilaku oknum tertentu yang memprovokasi rakyat agar tidak mendukung program bupati. (roy)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/willy-lay-dan-ia-medah-ubi-ungu_20160528_103347.jpg)