Jumat, 17 April 2026

Bulog Waingapu Beli Beras Petani Harga Rp 7.500/Kg

Kami dikasih target 225 ton dari 15.000 target propinsi (Bulog NTT). SumbaTimur tidak boleh lebih dari target yang ada.

Editor: Ferry Ndoen
alfons nedabang
JEMUR GABAH -Kecamatan Karera, Kabupaten Sumba Timur, Senin (23/5/2016). 

POS KUPANG.COM, WAINGAPU -Sub Divisi Regional (Sub Divre) Bulog Waingapu membeli beras petani di Kabupaten Sumba Timur. Per Mei 2016, Bulog Waingapu sudah menyerap 70 ton beras dari target sebanyak 225 ton.

Kepala Sub Divisi Regional Bulog Waingapu, I Made Oka Surwata Maja menjelaskan beras dibeli dengan harga Rp 7.500/kg.

"Itu harga pembelian pemerintah (HPP). Yang menetapkan (harga) pemerintah," kata Made Oka saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (24/5/2016).

Dia mengatakan pihaknya dikasih target 225 ton dari 15.000 target provinsi.

"Kami dikasih target 225 ton dari 15.000 target propinsi (Bulog NTT). SumbaTimur tidak boleh lebih dari target yang ada. Sampai dengan hari ini kita sudah beli beras petani sebanyak 70 ton," ujarnya.

Menurut Made Oka, melalui Satuan Tugas (Satgas) Penyerapan Gabah/Beras, pihaknya terus berupaya untuk memenuhi target. Salah satunya dengan jemput bola.

"Kami terus mencari beras petani. Kami jemput bola, turun langsung ke lapangan menemui petani. Yang menjual tidak banyak karena sebagian sudah diambil pemilik modal. Petani sudah terima uang muka. Gabah/beras dijual kepada yang dimodalin. Sistim ijon. Petani susah," ujar Made Oka.
Dia mengatakan kalau tidak jemput bola nanti susah dapat (beras). Bulog tidak kebagian.

Dikatakannya, Satgas telah memberi informasi kepada kelompok tani, penyuluh pertanian dan Babinsa agar menyebarkan informasi mengenai penyerapan beras/gabah petani oleh Bulog Waingapu.

"Kalau ada yang panen kami sebisa mungkin hadir untuk langsung beli beras," katanya.

Menurut Made Oka, mestinya Bulog membeli beras di depan pintu gerbang Bulog Waingapu. Tapi yang terjadi, tidak ada petani yang datang menjual sehingga polanya diubah, yakni jemput bola.

"Sampai saat ini belum ada petani yang jual di pintu gudang. Ada yang bilang seperti itu tapi ditunggu-tuggu tidak datang. Setelah dihubungi lagi malah minta kami yang datangi mereka," ujarnya.

Dia menjelaskan harga pembelian pemerintah senilai Rp 7.300/kg sudah cocok dengan petani. Justru lebih mahal dari harga luar.

Made Oka mengatakan target penyerapan gabah/beras oleh Bulog Waingapu diyakini mencapai. "Secara prosentasi penyerapan beras dibanding dengan kabupaten lain, Sumba Timur paling tinggi. Hasil evaluasi, kita sudah 25 persen. Saya optimis, target bisa tercapai," kata Made Oka.

Dikatakannya, beras yang dibeli dari petani tidak dibawa ke luar Sumba Timur. Melainkan disalurkan untuk memenuhi kebutuhan sendiri, diantaranya tersalur lewat program raskin, jatah gaji untuk golongan PNS, TNI dan polisi.

Sebelumnya, Senin (23/5/2016) bertempat di Koramil 1601-06/Nggongi dilaksanakan penjemuran dan pengarungan gabah hasil pembelian dari petani yang sudah berhasil dikumpulkan. Pengumpulan gabah dari para petani diangkut dengan menggunakan mobil dinas milik Koramil 1601-06/Nggongi.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved