Diduga Cabuli Empat Bocah, Seorang Kakek 75 Tahun di Aeramo Ditangkap Polisi
Seorang kakek berusia 75 tahun di Aeramo, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, ditangkap aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Aesesa, Selasa (24/5/2016)
Penulis: Adiana Ahmad | Editor: Alfred Dama
Laporan Wartawan Pos Kupang, Adiana Ahmad
POS KUPANG.COM, MBAY -- Seorang kakek berusia 75 tahun di Aeramo, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, ditangkap aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Aesesa, Selasa (24/5/2016) sekira pukul 00.00 Wita.
Kakek yang diketahui bernama Durman Ali, Warga Kelurahan Rukun Lima, Kecamatan Ende Selatan itu mencabuli para korbanya dengan iming-imingan permen.
Hal itu disampaikan Kapolsek Aesesa, AKP Jamaludin ketika dikonfirmasi di sela-sela Peresmian SMAN 1 Boawae, Selasa (24/5/2016).
Jamaludin mengatakan, sejauh ini pelaku belum mengakui perbuatannya. Namun menurut keterangan para korban, demikian Jamaludin, pelaku menjebak para korban dengan iming-imingan permen.
"Pelaku memanggil para korban ke halaman rumahnya. para korban kemudian disuruh lomba lari dan main badminton. Kebetulan pelaku pensiunan guru olahraga. Anak-anak yang menang diberi hadiah permen dan dipanggil masuk ke dalam rumah. Di dalam rumah itulah pelaku mencabuli para korban dengan meraba-raba bagian terlarang para korban," demikian Jamaludin.
Dikatakan Jamaludin, aksi pencabulan kepada para korban dilakukan dalam waktu yang berbeda. Kejadian pertama, terjadi pada bulan April 2016.
Aksi korban terus berlanjut kepada korban lain, hingga akhirnya salah satu korban melaporkan perbuatan pelaku kepada tantenya.
Dari sanalah, kata Jamaludin, terungkap korban lainnya. perbuatan cabul sang kakek kemudian dilaporkan orang tua keempat korban kepada aparat Polsek Aesesa, Senin (23/5/2015) malam.
Dilaporkan oleh orang tua empat korban. Senin malam. Aparat kepolisian dari Posek Aesesa di pimpin Kapolsek Aesesa, AKP Jamaludin langsung menuju kediaman pelaku dan menangkap pelaku. Saat ini pelaku meringkus ditahanan Polsek Aesesa dengan status masih tangkapan.
Jamaludin mengungkapkan, pelaku berada di Aeramo di rumah salah satu anaknya yang bertugas di daerah itu.*