Keren! Begini Wujud Air Terjun Kanto Lampo

Air Terjun Kanto Lampo memiliki pesona alami dikagumi banyak pengunjung.

Editor: Rosalina Woso
ARSIP BALITERKINI.COM
Air Terjun Kanto Lampo berada di wilayah dataran rendah di Banjar Kelod Kangin, Desa Beng, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar, Bali. 

POS KUPANG.COM, GIANYAR -- Air Terjun Kanto Lampo memiliki pesona alami dikagumi banyak pengunjung. Keberadaanya dekat pemukiman penduduk menjadikan air terjun ini terkesan beda.

Jika kebanyakan air terjun berada di kawasan perbukitan, hutan maupun pegunungan di dataran tinggi, Air Terjun Kanto Lampo justru berada di wilayah dataran rendah di Banjar Kelod Kangin, Desa Beng, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar, Bali.

Kondisi geografis Air Terjun Kanto Lampo bersuhu panas seperti suhu di kota Denpasar, ketika siang. Panas akibat sengatan matahari cukup terasa di kulit.

Kesejukan baru bisa didapat saat kaki sudah menjejakan ke dasar sungai. Karena di sekitar sungai beberapa pohon besar tumbuh, di sekeliling juga ada perkebunan warga.

Keberadaan air terjun di sisi barat sungai ini menyumbang kesegaran. Air yang deras mengalir jatuh ke bawah seraya bersuara membawa dampak yang baik untuk kesegaran tubuh dan ketenangan pikiran.

Banyak pengunjung tergugah untuk merasakan kesegaran air yang jatuh dari ketinggian 15 meter ini. Bukan saja wisatawan asing, wisatawan lokal juga turut berbaur menikmati sensasi bermandi dengan air terjun.

Jika diamati lebih dekat, dinding Air Terjun Kanto Lampo agak miring, sehingga air mengalir tidak serta merta jatuh ke dasar sungai.

Batu berbagi bentuk ini terlihat menghitam bahkan ada berlumut akibat dari air yang mengalir. Jika berada disekitarnya diharapkan untuk ekstra hati-hati.

Memperhatikan tiap langkah kaki saat berpijak, permukaan batu bisa tidak jelas dibalik air yang mengalir. Disekitar lokasi juga dipasang tanda batas maksimum menaiki air terjun.

Kemunculan Air Terjun Kanto Lampo sebenarnya belum lama didatangi wisatawan, baik itu lokal maupun mancanegara.

"Air terjun ini memang ada sejak saya masih SD (Sekolah Dasar). Banyak orang tua dulu mencari batu sebagai bahan bangunan di sekitar sungai ini," katanya.

Wayan Mada menerangkan keberadaan Air Terjun Kanto Lampo terbentuk secara alami, sebelumnya juga ada air terjun di sebelah utara, kemudian tertutup tak teraliri air dan tergantikan.

Air Terjun Kanto Lampo menurutnya bersumber dari saluran irigasi sama air dalam tanah. Air irigasi ini berfungsi mengaliri sejumlah subak yang berada di hilir. Lama kelamaan beberapa salurannya tersumbat dan meluap, akibat dari sedimentasi di wilayah hilir.

"Dulu tempat ini sebagai penyeberangan antar desa, masih jalan setapak, setelah mulai dikenal kemudian jalan diperbaiki dengan dana swadaya, bantuan dari pemerintah Kabupaten Gianyar juga ada," jelasnya.

Selain sebagai akses alternatif, di tempat ini juga sebagai tempat suci atau Beji untuk Mendak Toya Ning (mencari air suci) dari desa untuk kepentingan upacara Dewa Yadnya ataupun Pitra Yadnya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved