"Dia Ramas Beta Pung Buah Dada"
Dia tawar antar beta ke rumah tapi ditengah jalan dia malah bawa ke hutan lalu dia ramas beta pung buah dada. Karena takut beta merontak tapi dia anca
Penulis: Juan Seli Tupen | Editor: Alfred Dama
Laporan Wartawan Pos Kupang, Juan Seli Tupen
POS KUPANG.COM, KUPANG -- "Dia tawar antar beta ke rumah tapi ditengah jalan dia malah bawa ke hutan lalu dia ramas beta pung buah dada. Karena takut beta merontak tapi dia ancam mau bunuh beta.''
Anton yang saat itu hanya berduaan dengan Mawar benar-benar memanfaatkan momen itu. Ia berpura-pura menawarkan mengantar pulang Mawar ke rumahnya namun ditengah jalan Anton putar haluan mebawa Mawar kedalam hutan lalu mencauli Mawar.
Informasi yang dihimpun Pos Kupang, melalui Polsek Maulafa Kompol Sriyati, Sabtu (7/5/2016) siang menerangkan bahwa kejadian pencabulan yang menimpa Mawar Warga Kelurahan Maulafa yang dilakukan oleh AS di Fatukoa, pada Jumat (6/5/2016) sekitar Pukul 14.00 Wita.
Dimana kejadian bermula saat itu Mawar bersama kedua teman lelakinya SM dan AN berboncengan menuju lokasi penguburan Fatukoa.
Sesampai di TKP ketiganya duduk bercerita namun tidak beberapa lama datang si pelaku lalu meneriaki dan mengancam mereka hingga kedua rekan Mawar ketakutan hingga lari meninggalkan Mawar sendirian di TKP.
''Katanya ia dan kedua teman lelakinya jalan-jalan saja ke TKP sesampai di TKP si Anton bergegas kearah mereka sambil berteriak sehingga membuat kedua temanya takut dan melarikan diri. Anton lalu menghampiri Mawar lalu mengancam mawar akan melaporkan ke Polisi. Mawar takut lalu menangis si Anton menawarkan mengantar pulang Mawar ke rumah namun ia malah mencari tempat aman didalam hutan lalu mencabuli Mawar,''ujar Sriyati.
Mawar saat memberi keterangan di Polsek Maulafa menuturkan bahwa ia dan kedua teman lelakinya datang ke TKP hanya ingin jalan-jalan.
''Kami hanya jalan-jalan namun bertemu dengan dia lalu mengajak antar pulang saya namun ditengah jalan kami masuk kedalam hutan. Tanganya menarik tubuh saya ia meramas buah dada saya dan memaksa membuka rosleting celana saya. Tubuhnya begitu kuat saya terus memaksa merontah namun ia tetap memaksa berbuat nekat. Karena saya terus berteriak akhirnya bisa melarikan diri dan meminta tolong warga setempat ke Polsek Maulafa,''ujarnya