Polisi Masih Selidiki Penyebab Keracunan Tahu Goreng di Tarus
Penanganan kasus dugaan keracunan makanan ini, kata Drajat, dikoordinasikan bersama Polsek Kelapa Lima, Kota Kupang
Penulis: maksi_marho | Editor: Alfred Dama
POS KUPANG.COM, KUPANG -- "Kasus lima warga Desa Mata Air-Tarus yang mengalami keracunan makanan masih dalam penyelidikan polisi. Belum bisa dipastikan apakah penyebab keracunan adalah tahu goreng atau yang lain."
Demikian Kapolsek Kupang Tengah, Iptu Ivans Drajat, SIK ketika dikonfirmasi di Mapolsek Kupang Tengah, Jumat (13/5/2016) siang. Menurut Drajat, tim Inafis Polres Kupang bersama penyidik Polsek Kupang Tengah sudah mendatangi rumah para korban keracunan dan sudah melihat kondisi para korban keracunan makanan yang dirawat di RS SK Lerik Kota Kupang.
Penanganan kasus dugaan keracunan makanan ini, kata Drajat, dikoordinasikan bersama Polsek Kelapa Lima, Kota Kupang karena tahu dibeli para korban dari Pasar Oeba yang menjadi wilayah Polsek Kelapa Lima meskipun keracunan dialami di kediaman para korban di Desa Mata Air-Tarus," kata Drajat.
Dijelaskan Drajat, pada Kamis (12/5/2016) sekitar pukul 21.30 wita, diperoleh informasi awal oleh polisi bahwa di Rumah Sakit SK Lerik Kota Kupang, terdapat 5 orang korban yg mengalami "keracunan" setelah mengkonsumsi tahu goreng.
Kejadian berawal, ketika saksi korban Yusuf Ndun (30) bersama Deny Ndun (21), sama-sama warga RT 01 RW 01 Dusun 4 Desa Mata air, Kecamatan Kupang Tengah, sekitar pukul 10.00 wita pulang dari bekerja sebagai nelayan. Yusuf Ndun kemudian singgah ke pasar Oeba di Kelurahan Fatubesi Kota Kupang dan membeli dua papan tahu mentah dari seorang penjual tahu. Penjualnya seorang laki-laki (orang Timor) di dalam Pasar Oeba lalu pulang ke rumah di Desa Mata Air-Tarus.
Sesampainya di rumah, kata Drajat, tahu yang dibelinya tersebut diberikan kepada orang tuanya bernama, Asnat Ndun untuk dimasak. Tahu lalu digoreng oleh Asnat Ndun untuk di konsumsi sebagai lauk makan siang.
"Sekitar pukul 13:00 wita, saksi Yusuf Ndun makan siang bersama keluarganya, dan setelah mengkonsumsi tahu tersebut, Yusuf Ndun dan keluarga yang lainya merasakan pusing dan mual serta rasa yg tidak enak di tengorokan. Korban lalu meminta tolong ke tetangga sekitar dan beberapa tetanga menolong korban dengan cara memberi minum air kelapa muda. Tetapi karena para korban masih merasa mual dan lemas, maka para korban di bawa ke rumah sakit Kota Kupang untuk mendapat perawatan oleh warga sekitar," kata Drajat.
Korban yang mengalami keracunan makanan ini yakni Yusuf Ndun (30), Samuel Ndun (59), Martha Ndun (26), Asnat Ndun (59) dan Magdalrna Ndun (32) bersama anaknya yang bernama Jeslin Sandik (11).
Dikatakan Drajat, belum bisa dipastikan apakah kelima korban mengalami keracunan makanan berawal dari mengkonsumsi tahu. Karena, saksi korban Asnat Ndun mengoreng tahu tersebut mengunakan minyak goreng yang lama.
Selain itu, kata Drajat, yang dikonsumsi bukan cuma tahu goreng tetapi juga nasi dan sayuran. Menurut saksi Magdalena Ndun, setelan digoreng tahu masih dalam keadaan kenyal dan keras.
"Dari Inafis Polres Kupang sudah turun ke kediaman para korban untuk menyelidiki penyebab keracunan. Hasilnya seperti apa, nanti dari Polres Kupang yang akan menyampaikan. Yang pasti, polisi masih menyelidiki untuk mencari tahu penyebab keracunan," kata Drajat. (mar/sel)
Ikuti terus berita-berita terkini dan menarik dari http://pos-kupang.com atau http://kupang.tribunnews.com
Like Facebook www.facebook.com/poskupang
Follow Twitter https://twitter.com/poskupang