Warga NU Perangi Gafatar dan ISIS
Warga NU harus tetap komitmen menjaga kedamaian diantara umat dan sama-sama memerangi bahaya paham-paham baru itu
Penulis: Edy Hayong | Editor: Marsel Ali
Laporan wartawan Pos Kupang, Fredi Hayong
POS KUPANG.COM--KUPANG - Warga Nahdathul Ulama (NU) di Nusa Tenggara Timur diingatkan untuk tidak mudah terpancing dengan isu-isu Gafatar, teroris maupun ISIS.
Warga NU harus tetap komitmen menjaga kedamaian diantara umat dan sama-sama memerangi bahaya paham-paham baru itu.
Peringatan ini disampaikan Kiai Haji Ma'ruf Khozin, dari Aswaja Center Jawa Timur ketika menjadi pembicara pada acara Konferwil PW NU NTT di aula LPMP NTT, Sabtu (16/4/2016).
Kegiatan Pembinaan Aswaja ini diikuti pengurus NU dari 22 kabupaten/kota dengan mengambil thema : "Transformasi nilai-nilai Aswaja dalam bingkai NKRI mewujudkan NTT sebagai Nusa toleransi terindah".
KH Ma'ruf Khozin mengatakan, saat ini pengaruh paham Gafatar dan ISIS semakin meluas kemana-mana. Untuk itu warga NU harus bisa mempertahankan diri dengan memperkuat kadar keimanan.
Warga NU jangan mudah terpancing dengan isu-isu yang disebarkan oknum tertentu untuk melemahkan kekuatan NU.
"Paham radikal yang ada itu sebarkan isu setengah-setengah. Banyak copy paste, tidak lengkap. Kita jangan ditipu atau mau dibeli dengan isu soal masuk surga. Kalau pertahanan iman warga NU kuat maka tidak akan terpengaruh dengan paham radikal yang ada itu," tegasnya.
Ia mencontohkan di Jawa Timur ada warga yang termakan rayuan paham radikal yang ada untuk menjual rumahnya untuk mengikuti aliran yang ada.
Setelah mengikuti paham radikal yang ada setelah itu hidupnya menjadi sengsara.
Untuk itu dia mengajak warga NU di NTT untuk tetap kompak dan turut menjaga kedamaian bersama