Waspadai Jambret

Dari pengakuan para pelaku tersebut, kita menjadi sadar bahwa kita sedang berada dalam ancaman.

Penulis: PosKupang | Editor: Dion DB Putra
Dok Tribunnews.com
Ilustrasi 

POS KUPANG.COM - Aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Alak berhasil meringkus Paris Koten dan Ardi Lisin. Keduanya diringkus karena menjambret tas milik Cindy Ekawati di kawasan Pekuburan Cina Namosain, Sabtu (2/4/2016).

Kepada wartawan kedua pelaku mengaku sudah sering menjambret. Mereka pernah menjambret handphone, tas berisi uang dan helm. Mereka beraksi pada malam hari dengan menyasar kaum perempuan.

Dari pengakuan para pelaku tersebut, kita menjadi sadar bahwa kita sedang berada dalam ancaman. Terlebih ketika keluar dari rumah, jalan sendiri pada malam hari, kita harus hati-hati. Perhatikan betul keamanan barang-barang yang kita bawa dan orang-orang yang kita jumpai. Barang-barang tersebut berpeluang menjadi sasaran empuk penjambretan oleh orang- orang yang mungkin tampaknya baik-baik saja, tetapi ternyata berniat jahat.

Karena itu, tidak bermaksud untuk menakut-nakuti, kalau tidak terlalu perlu, sebaiknya jangan keluar malam untuk sekadar jalan-jalan, lebih-lebih kaum perempuan sambil membawa barang-barang berharga atau uang sebab bisa saja kita menjadi sasaran jambret.

Dari pengakuan para pelaku juga kita menangkap kesan bahwa kota ini ternyata belum aman. Kita sarankan agar siskamling dihidupkan. Aparat kepolisian senantiasa berpatroli, lebih-lebih ke lokasi-lokasi yang dianggap rawan. Kita yakin pemerintah dan kepolisian memiliki data dan informasi yang baik tentang lokasi-lokasi yang rawan di dalam kota ini. Tempat-tempat itu harus senantiasa diawasi dan dijaga. Polisi juga pasti memiliki data tentang para pelaku jambret dan komplotannya. Dengan bukti yang cukup, lebih baik amankan dan bina para pelaku ini agar tidak seenaknya mengganggu warga.

Sebagai warga negara, semua penghuni kota ini berhak atas rasa aman dan mendapat perlindungan. Siapa yang bertanggung jawab atas hal ini? Selain pribadi setiap penghuni kota ini, pemerintah dan aparat keamanan bertugas memberikan rasa aman dan nyaman kepada setiap warganya.

Setiap warga kota ini juga perlu dibimbing dan dibina untuk menjadi warga negara yang baik, yang tahu menghargai dan tidak gemar merampas hak milik orang lain, termasuk tidak suka menjambret. Setiap warga seyogianya dibina untuk menjadi pekerja keras dan menjauhi mental cari gampang dan menghalalkan segala cara.

Boleh jadi adanya jambret di kota karena terdesak oleh kondisi yang serba sulit, terutama kesulitan ekonomis yang memaksa mereka menempuh cara-cara yang tidak benar. Rohaniwan, tokoh agama dan tokoh masyarakat juga berkewajiban untuk memberikan siraman rohani. Dengan demikian, mereka dikuatkan dan tidak mudah tergoda untuk melakukan hal-hal yang buruk.*

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved