Sehatlah NTT-ku

Menurut WHO (1947), sehat merupakan suatu keadaan yang sempurna, baik secara fisik, mental dan

Editor: Dion DB Putra
wikimediacommons
Ilustrasi 

Selamat Memperingati Hari Kesehatan Sedunia, 7 April

Oleh Jose Nelson M. Vidigal
Alumnus STIKVINC/RKZ Surabaya

POS KUPANG.COM - Sehat dan sakit merupakan dua konsep yang luas dan berbeda, tetapi tak bisa dipisahkan satu sama lain dari hidup kita. Semua orang tentu tak mau sakit, tetapi toh pada suatu waktu manusia akan mengalami sakit juga.

Menurut WHO (1947), sehat merupakan suatu keadaan yang sempurna, baik secara fisik, mental dan sosial-ekonomi serta tidak hanya bebas dari penyakit atau kelemahan. Hal yang berkaitan dengan kesehatan mental/kejiwaan mencakup tiga hal, yakni pikiran, emosional dan spiritual. Pikiran yang sehat tercermin melalui pola berpikirnya, emosi yang sehat nyata dalam kemampuan seseorang untuk mengekspresikan emosinya, spiritual yang sehat bisa dilihat dari cara seseorang mengekspresikan rasa syukur, pujian dan keyakinannya terhadap Sang Khalik.

Ihwal spiritual juga selalu berhubungan dengan hati/batin seseorang yang tampak lewat perasaan yang bahagia, tanpa sakit hati atau menyakiti. Kesehatan sosial terwujud apabila seseorang mampu berelasi baik dengan sesamanya tanpa membedakan ras, suku, agama, status sosial, ekonomi, politik, dan sebagainya, serta saling toleransi. Kesehatan dari aspek ekonomi dapat dilihat dari produktivitas seseorang (dewasa), apakah ia mempunyai kegiatan yang menghasilkan sesuatu guna menyokong hidupnya sendiri dan keluarganya secara finansial.
Sedangkan sakit ialah suatu keadaan yang membuat seseorang menderita penyakit kronis/menahun, atau gangguan terhadap sistem tubuh manusia yang menyebabkan aktivitas terganggu.

Kendati tak menginginkan sakit, apakah ketika sehat kita memperhatikan kesehatan kita? Untuk itu pada peringatan Hari Kesehatan Sedunia, tulisan ini menyadarkan kita betapa pentingnya mempertahankan hidup sehat. Berbicara soal sehat tentu kita harus tahu apa yang membuat seseorang itu sehat atau apa penyebab seseorang itu sakit? Menurut pandangan medis ada tiga hal mendasar penyebab sakit, yakni: pertama, daya tahan tubuh/antibodi.

Dalam tubuh kita terdapat tiga jenis antibodi, yakni limfosit (leukosit/sel darah putih) B sebagai pabrik antibodi, limfosit T yang membantu membunuh sel tumor dan mengendalikan respons imun, dan sel-sel pembunuh alami yang menghancurkan sel yang terinfeksi. Ketiga antibodi tersebut dapat terjaga dengan baik bila ditunjang oleh nutrien yang seimbang. Ada enam kelompok nutrien utama yang dikenal ialah lemak, hidrat arang, protein, vitamin, mineral dan air. Selain itu perlu dijaga keseimbangan emosi, olahraga dan istirahat yang teratur.

Kedua, mekanisme koping. Setiap orang mempunyai koping yang berbeda terhadap impuls yang diterima. Impuls itu bisa berupa kata-kata, sikap dan perilaku. Ada orang yang mencerna impuls yang diterima menggunakan akal sehat (kaum rasionalis), ada yang mencerna menggunakan perasaan, ada yang mencerna menggunakan kedua-duanya. Apapun respons kita terhadap impuls yang diterima, hal terpenting ialah selalu bersikap positif (positive thinking), harus berprinsip tak ada yang dapat menyakiti kita (membuat kita stress) bila kita tidak mengizinkannya, dan tidak banyak mencampuri urusan orang lain karena empati yang berlebihan dapat menyebabkan stress.

Mengenai hal ini ada pepatah Latin kuno yang mengatakan, 'Mens sana in corpore sano' (Pikiran yang sehat di dalam badan yang sehat). Ketika kita stress tubuh akan mengeluarkan hormon stress yang dapat menurunkan antibodi. Antibodi yang anjlok lebih mudah terserang penyakit.

Ketiga, genetika. Genetika merupakan karakteristik yang diturunkan dari orang tua kepada keturunannya. Jika orang tua memiliki salah satu jenis penyakit herediter dalam dirinya, penyakit tersebut akan diwariskan kepada keturunannya secara turun-temurun. Gen penyakit itu boleh ada, namun pola hidup kitalah yang menentukan untuk terhindar dari penyakit genetika tersebut atau tidak. Tentu masih ada faktor lain penentu kesehatan kita, selain ketiga pandangan tersebut di atas, namun satu hal yang pasti bahwa kesehatan ada dalam genggaman tangan kita masing-masing.

Jadikanlah kesehatan sebagai prioritas hidup karena kesehatan sumber energi yang hidup dan menghidupkan. Hal yang membuat seseorang itu sehat ialah tahu bagaimana caranya agar tidak sakit. Ketika kita sudah tahu caranya, tetapi mengabaikannya, itu sebuah kekonyolan hidup.

Masyarakat NTT memiliki latar belakang profesi yang berbeda-beda, mampu berinovasi dan melakukan banyak hal, namun ketika jatuh sakit semuanya tidak dapat berjalan dengan baik. Memperoleh kembali kesehatan setelah sakit itu hal yang biasa, namun mempertahankannya adalah sesuatu yang luar biasa. Untuk itu, mari jaga kesehatan kita. Etos kerja yang tinggi dan pelayanan yang optimal merupakan sebuah garansi bahwa hidup kita produktif dan provinsi kita sehat. Kesehatan adalah salah satu simbol kemakmuran provinsi kita, sehatlah NTT-ku.*

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved