NTT Menuju PON XIX 2016 di Jawa Barat
Sepak Takraw NTT Incar Medali Perunggu
Kita menargetkan meraih medali perunggu. Lawan dari provinsi lain seperti DKI, Sulsel, Jatim dan Jateng sangat tangguh,
Penulis: Ferry Ndoen | Editor: Ferry Ndoen
Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Ferry Ndoen
POS KUPANG.COM, KUPANG - Tim sepak takraw putri NTT lolos PON XIX/2016 di Bandung, Jawa Barat. Tim sepak takraw lolos ke PON XIX setelah masuk delapan besar pada Pra PON XIX/2015 di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat bulan September 2015 lalu.
Pelatih sepak takraw NTT, Edu Penuweo, ditemui Pos Kupang di kompleks GOR Oepoi Kupang, Sabtu (26/3/2016) menyatakan, pihaknya memasang target regu sepak takraw putri NTT mengincar medali perunggu di PON XIX/2016.
"Kita menargetkan meraih medali perunggu. Lawan dari provinsi lain seperti DKI, Sulsel, Jatim dan Jateng sangat tangguh, ini yang kita agak takut, karena mereka memiliki banyak atlet pelatnas. Namun, atlet sepak takraw NTT tak gentar. Mati hidup atlet sepak takraw NTT sudah siap 'bertempur' di lapangan," kata Edu.
Ketua Umum Asosiasi Provinsi (Asprov) PSTI NTT, Ir. Ans Takalapeta, melalui Sekretaris Umum PSTI NTT, Drs. Jack Mone Ke, S.Pd, M.Si, ditemui hari Jumat (1/4/2016) menjelaskan, pesta olahraga nasional diikuti atlet terbaik seluruh provinsi di Indonesia. PON XIX di Bandung akan berlangsung mulai tangga 17 September 2016 mendatang.
"Tim sepak takraw putri NTT saat ini sedang mempersiapkan diri mengikuti PON XIX di Jawa Barat. Saya lihat anak-anak latihan penuh semangat, walaupun keterbatasan sarana dan prasarana pendukung. Itulah NTT. Kita selalu mampu dan muncul ke permukaan dalam keterbatasan," kata Jack Mone Ke.
Jack yang juga salah satu pejabat di Kabupaten Sabu Raijua mengatakan, sebagai cabang olahraga yang lolos ke PON XIX, ia terus menggenjot anak-anak untuk berlatih mengasah kemampuan menghadapi PON XIX/2016.
Jack mengaku, tim sepak takraw putri NTT punya optimisme yang tinggi untuk mengejar prestasi. Dan untuk meraih optimisme tersebut, maka atlet sepak takraw putri terus berlatih dalam pemusatan latihan daerah (pelatda) sejak Januari 2016.
"Mereka ditangani pelatih Edu Penuweo, melatih atlet sepak takraw putri di Kupang. Saya melatih satu atlet takraw putri yang ada di Sabu Raijua melalui program pelatihan yang terukur dan intensif," jelas Jack, pelatih sepak takraw bersertifikat internasional.
Tentang peluang yang bisa diraih dan lawan yang akan dihadapi pada PON XIX/2016 di Jawa Barat, Jack mengatakan, NTT akan menghadapi lawan tim takraw dari semua provinsi, sehingga cukup berat.
"NTT lolos ke PON XIX di nomor beregu putri. Ini nomor 'neraka' karena ada banyak atlet sepak takraw nasional yang punya prestasi dari sejumlah provinsi seperti regu takraw putri DKI Jakarta, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Jawa Barat, serta regu putri takraw Jawa Tengah. Mereka memiliki banyak atlet pelatnas. Namun, NTT tidak pernah goyah dengan atribut lawan sebagai atlet pelatnas karena pesepak takraw putri NTT siap menghadapi lawan di PON nanti," tegasnya.
Edu Penuweo mengaku sarana pendukung latihan bagi atlet sepak takraw putri NTT masih sangat minim. "Kita target medali, tapi fasilitas pendukung latihan bagi atlet sepak takraw masih minim. Bukan mengeluh, tapi peralatan dan venue latihan menjadi sarana pendukung penting bagi atlet untuk latihan dengan baik," kata Edu.
Edu berharap fasilitas pendukung latihan perlu diperhatikan satgas koni ntt agar memberikan masukan kepada koni ntt untuk menopang fasilitas latihan lebih memadai. (Fen)