Johan Budi : Presiden Jokowi ke Hambalang Bukan untuk Balas SBY
Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi SP menegaskan, kunjungan Presiden Joko Widodo
POS KUPANG.COM, JAKARTA -- Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi SP menegaskan, kunjungan Presiden Joko Widodo ke proyek pusat olahraga Hambalang yang mangkrak bukan untuk membalas kritik Susilo Bambang Yudhoyono.
Hal itu dikatakan Johan menanggapi anggapan sejumlah pihak yang menilai bahwa Jokowi ingin membalas kritik SBY dengan menyindir proyek Hambalang yang tak tuntas di era pemerintahannya.
"Jangan dikait-kaitkan apa yang dilakukan Presiden ke Hambalang sebagai bagian dari mengomentari kritik SBY. Sama sekali tidak ada tujuan itu," ujar Johan, di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (21/3/2016).
Johan mengatakan, kunjungan Jokowi ke Hambalang sudah direncanakan jauh hari dan tidak mendadak.
Presiden meminta Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi memberikan laporan soal nasib proyek itu sebelum meninjau langsung.
Selain itu, ujar Johan, melihat nasib proyek Hambangan merupakan bagian dari fokus Jokowi dalam pembangunan infrastruktur.
"Beberapa waktu lalu kan juga tidak hanya mengunjungi bangunan di Hambalang, tapi juga jalan tol dan lain-lain. Jadi tidak ada kaitannya dengan apa yang dilakukan Pak SBY," lanjut Johan.
Soal kritik SBY terhadap pemerintah, menurut Johan, tidak ada yang perlu dipersoalkan.
"Hak siapapun memberi masukan kepada Presiden, masukan itu akan dilihat apakah akan bisa ditindaklanjutui atau tidak? Jadi sah-sah saja memberikan masukan, apalagi dari sebuah partai besar bernama Demokrat," lanjut dia.
Sebelumnya, Presiden mengunjungi proyek wisma atlet di Hambalang yang mangkrak pembangunannya, Jumat (18/3/2016).
Proyek itu dimulai saat pemerintahan SBY, yang terhenti setelah salah satu bangunannya yang ambles dan ada tindak pidana korupsi proyek tersebut yang diusut KPK.
Pembangunannya pun dihentikan hingga saat ini.
Jokowi mengaku, masih memikirkan apakah megaproyek yang menelan biaya hingga Rp 1,2 triliun dari anggaran negara ini perlu dilanjutkan atau tidak.
Namun, dia menekankan bahwa aset negara harus diselamatkan.
Langkah Jokowi itu kemudian dianggap sebagai respons Jokowi atas pernyataan SBY soal pembangunan infrastruktur.
Dalam rangkaian Tour de Java, tepatnya di Pati, Rabu (16/3/2016), Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono sempat menanggapi pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintahan Jokowi.
Menurut SBY, pemerintah sebaiknya tidak menguras anggaran di sektor infrastruktur. Apalagi, kondisi ekonomi tanah air sedang lesu. (Kompas.Com)