Pendukung La Nyalla Balas Tuding Kajati Jatim Terlibat Kasus Suap di Sumut

Mereka menuding Kepala Kejati Jawa Timur Maruli Simanjuntak pernah terlibat kasus suap senilai Rp 500 juta saat bertugas di Sumatera Utara.

Pendukung La Nyalla Balas Tuding Kajati Jatim Terlibat Kasus Suap di Sumut
KOMPAS.com/Achmad Faizal
Massa pendukung La Nyalla kembali demo Kejati Jatim 

POS KUPANG.COM, SURABAYA -- Massa Pemuda Pancasila pendukung La Nyalla Matalitti kembali menggelar aksi protes di depan kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur, Surabaya, Kamis (7/3/2016).

Mereka menuding Kepala Kejati Jawa Timur Maruli Simanjuntak pernah terlibat kasus suap senilai Rp 500 juta saat bertugas di Sumatera Utara.

"Maruli juga terlibat kasus suap, kenapa tidak diproses?" kata Agus, salah satu peserta aksi protes.

Agus menilai bahwa langkah Kejati Jatim menetapkan La Nyalla sebagai tersangka kasus dana hibah Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Jawa Timur adalah bentuk konspirasi yang terstruktur dalam upaya menjatuhkan Ketua Majelis Pengurus Wilayah Pemuda Pancasila Jatim tersebut.

"Dosa kasus Kadin Jatim sudah ditebus oleh dua pengurus Kadin Jatim yang sudah divonis," kata dia.

Aksi yang diikuti sekitar 400 orang berseragam loreng oranye dan hitam itu digelar dalam penjagaan ketat aparat kepolisian.

Beberapa kendaraan antihuru-hara disiagakan di depan kantor Kejati Jatim di Jalan Ahmad Yani, Surabaya, sejak pagi tadi.

Rabu kemarin, Kejati Jawa Timur menetapkan La Nyalla sebagai tersangka kasus dana hibah Kadin Jawa Timur tahun 2012.

Sebanyak Rp 5,3 miliar dari dana tersebut diduga digunakan untuk membeli saham publik di Bank Jatim.

Penetapan status tersangka La Nyalla tersebut berdasarkan Kep-11/0.5/Fd.1/03/2016 tertanggal 16 Maret 2016, menindaklanjuti surat perintah penyidikan (sprindik) bernomor Print-291/ 0.5/Fd.1/03/2016 tertanggal 16 Maret 2016.

Ikuti terus berita-berita terkini dan menarik dari http://pos-kupang.com  atau http://kupang.tribunnews.com

Like Facebook www.facebook.com/poskupang
Follow Twitter https://twitter.com/poskupang

Editor: Alfred Dama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved