Nilai Tukar Petani di NTT Alami Penurunan

Kepala BPS NTT, Maritje Pattiwaellapia mengatakan, hal ini disebabkan karena terjadinya penurunan pada indeks harga hasil produksi pertanian

Penulis: Hermina Pello | Editor: Marsel Ali
Pos Kupang/Yeni Rachmawati
JUMPA PERS--Kepala BPS Provinsi NTT, Maritje Pattiwaellapia, tengah memaparkan mengenai deflasi dan inflasi yang terjadi di kota Kupang dan Maumere di Aula Rapat lantai II Kantor BPS NTT, Selasa (1/3/2016). 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Yeni Rachmawati

POS KUPANG.COM, KUPANG--Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga pedesaan di NTT pada Februari 2016, Nilai Tukar Petani di NTT mengalami penurunan dibanding Januari 2016 yaitu 0,55%.

Kepala BPS NTT, Maritje Pattiwaellapia mengatakan, hal ini disebabkan karena terjadinya penurunan pada indeks harga hasil produksi pertanian dan terjadi peningkatan yang lebih besar pada indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga maupun untuk keperluan produksi pertanian.

Ditinjau per subsektor, lanjutnya, dengan membandingkan NTP Februari 2016 dengan NTP Januari 2016 maka subsektor padi palawija mengalami penurumam sebesar 0,20%, subsektor hortikultura mengalami penurunan 0,16%, subsektor tanaman perkebunan rakyat mengalami penurunan 1,51%, subsektor peternakan penurunan 0,36% dan subsektor perikanan mengalami penurunan 0,55%.

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved