Berantas Mafia Imigran Gelap
Mengapa? Karena NTT letaknya sangat strategis dan banyak pintu masuk serta longgarnya pengawasan
Penulis: PosKupang | Editor: Dion DB Putra
POS KUPANG.COM - Provinsi NTT merupakan wilayah strategis masuknya imigran gelap. Strategis karena letaknya dekat Australia sebagai negara tujuan terbesar dunia bagi imigran gelap dari Timur Tengah. Fenomena imigran gelap ini dijadikan peluang meraup keuntungan oleh oknum tertentu. Disinyalir mafia tersebut merupakan sindikat atau jaringan yang tertata rapi dan apik di tingkat nasional Indonesia dan lokal wilayah-wilayah provinsi, termasuk Nusa Tenggara Timur (NTT).
Mengapa? Karena NTT letaknya sangat strategis dan banyak pintu masuk serta longgarnya pengawasan. Para imigran gelap dengan gampang masuk ke wilayah ini, difasilitasi jaringan mafia untuk diseberangkan ke Australia melalui Rote Ndao atau pesisir pantai terbarat Pulau Timor menggunakan perahu motor atau kapal-kapal tradisional. Semua pihak sudah mengetahuinya. Pertanyaannya, mengapa tidak diberantas, mengapa mata rantai itu tidak diputuskan, mengapa para mafia bebas bermain melindungi imigran gelap?
Jawabannya gampang saja, karena imigran gelap memberikan bayaran yang lumayan. Hasil investigasi awak media, satu kepala dibayar minimal Rp 80 juta atau satu kapal berkisar Rp 10 miliar, siapa yang tidak tergiur?
Lalu praktek ini terus bertumbuh subur tanpa ada yang memotong atau memangkasnya, bahkan menindak secara hukum. Proses hukum yang dilakukan kepolisian Polda NTT selama ini belum maksimal sehingga sindikat ini masih bergerylia. Mestinya dibentuk tim khusus yang tangguh dan kuat, yang tidak mudah tergiur dengan bayaran uang yang besar.
Tim ini bisa gabungan dari Polda NTT, TNI AL, TNI AD, TNI AU, Imigrasi, Adpel, Pempov NTT, Satpol PP bahkan media massa untuk mengontrol.
Ditulis oleh Kompasiana, seorang sopir bercerita tentang
keterlibatannya menjadi pengantar imigran gelap dengan bayaran yang cukup menggiurkan sekitar akhir tahun 2012. Ia bertugas menjemput para imigran gelap dari Kupang lalu membawa ke sebuah desa di pantai selatan Pulau Timor untuk ditampung di rumah orang-orang desa sebelum menggunakan perahu motor nelayan yang sudah disiapkan oknum tertentu menyeberang ke Australia. Perannya terhenti saat polisi di Jalan Timor Raya mengendus adanya pengiriman imigran gelap yang salah satu "figurannya" adalah sang sopir.
Empat hari ditahan di Polda NTT ia dibebaskan setelah mengancam "boss"-nya akan membongkar nama-nama orang yang terlibat ke media. Ia tidak tahu apa deal khusus antara si boss dengan pejabat kepolisian sehingga ia bisa dibebaskan. Rupanya si sopir sedang dijadikan mata rantai untuk memutus jejak jaringan sebenarnya. Ia hanyalah seorang korban.
Polisi-polisi berpangkat rendah yang bertugas di pos polisi dan melakukan penangkapan juga "kemungkinan" tidak ikut dilibatkan dalam mafia ini. Ini mafia kelas atas, jaringan antar provinsi hingga antar negara. Terbukti polisi di pos-pos kecil melakukan penangkapan tapi kelanjutan penyelesain tidak jelas ujungnya.
Perhatian pemerintah daerah akan tersedot hanya untuk menangani manusia-manusia perahu yang mencari celah ke Australia melalui Pulau Timor, Rote, Sabu dan Sumba. Dari cerita si sopir baru diketahui ternyata para imigran gelap yang masuk ke Provinsi NTT melalui jalur "resmi."
Kenapa resmi? Karena imigran-imigran gelap itu datang melalui Bandara El Tari-Kupang. Adalah aneh kalau kedatangan mereka yang mana satu rombongan biasanya belasan orang itu tidak diketahui petugas keamanan bandara keberangkatan mereka, yaitu Surabaya, Denpasar, Mataram atau Makassar.
Petugas Bandara El Tari Kupang pun seolah tidak tahu akan kedatangan imigran gelap yang sebulan bisa 2-3 rombongan. Apa gerangannya? NTT adalah pintu keluar sedangkan jalur masuk lewat Selat Malaka maupun daerah lain di Sumatera, melewati Jawa, Bali dan NTB.
Menempuh jalur yang panjang ini tentu diatur oleh aktor-aktor intelktual yang kemudian melibatkan banyak orang kecil seperti sopir dan masyarakat desa untuk menjadi tameng dengan iming-iming bayaran yang besar. Kita berharap ke depan sindikat imigran gelap dapat diberantas. Orang-orang yang terlibat perlu ditindak secara hukum, biar jera.*
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/imigran-ilegal_20151205_121503.jpg)