No Yosni, Sampe Hati Engko
Aksi demo ratusan forum Solidaritas Anak Daerah Flores Timur, Rabu (24/2/2016) di Kota Larantuka di titik Kantor Bupati Flotim dipenuhi dengan ungkapa
Penulis: Felix Janggu | Editor: Alfred Dama
Laporan Wartawan Pos Kupang, Feliks Janggu
POS KUPANG.COM, LARANTUKA -- Aksi demo ratusan forum Solidaritas Anak Daerah Flores Timur, Rabu (24/2/2016) di Kota Larantuka di titik Kantor Bupati Flotim dipenuhi dengan ungkapan kekecewaan terhadap pemerintahan lima tahun masa Yoseph Lagadoni Herin atau Yosni.
Dengan menumpangi pick up, dan kendaraan roda dua, massa Sadar Flotim memenuhi halaman Kantor Bupati Flotim mengungkapkan kekecewaan terhadap bupati. Bupati Yosni dinilai Sadar Flotim tidak peka terhadap penderitaan masyarakat Flotim akan krisis air selama ini.
Ungkapan kekecewaan disampaikan selain melalui orasi, juga melalui spanduk yang diusuan para demonstran. Tertulis pada spanduk misalnya, "No Yosni, hari bae sudah tiba tapi nasib bae te pernah tiba. Air susah, listrik sekarat, sampe hati engko,".
Pada spanduk lainnya tertulis,"PDAM itu perusahaan daerah bukan perusahaan tim sukses". Massa Sadar Flotim juga mendesak agar direktur PDAM Flotim diganti segera.
Massa Sadar yang berdemo berada di bawah koordinator Gerard Pasenty. Hadir juga John Ricardo, ketua poros relawan Jokowi NTT, mantan anggota DPRD Flotim, Bachtiar Lamawuran dan Petrus Tadon Kedang dan Ketua Gerakan Anti Korupsi Flotim (Gertak), Kanis Soge.
Orator-orator dalam orasi mereka mengungkapkan, sejak 2013, pikap jual air di Flotim hanya 9 unit dan sekarang jumlahnya menjadi 59 unit pikap jual air di Kota Larantuka. A ak
"Perekonomian rakyat Flotim terkuras habis karena air. Kami orang Larantuka pake beli air. Apakah ini yang namanya Flotim mandiri. Kami tuntut," teriak pendemo.
Para pendemo tidak berhasil bertemu dengan bupati Yosni. Aparat keamanan Polres Flotim dan Pol PP siaga di sekitar kantor bupati.
Usai berorasi di Kantor Bupati Flotim, massa Sadar Flotim bergerak menuju Kantor DPRD Flotim. Massa demonstran diterima baik dan berdialog dengan DPRD. Dialogi dipandu Wakil Ketua Anton Gege Hadjon, didampingi Mathias Enay dan belasan anggota DPRD Flotim.
Di kantor DPRD Flotim, Gerard Pasenty menyindir DPRD Flotim dengan mengangkat sebotol aqua dan berkat.
"Pimpinan terhormat, air ini dibeli dengan uang rakyat. Tetapi rakyat di luar sana membeli air dengan susah payah," kata Pasenty.
Di hadapan 13 anggota DPRD Flotim, Sadar Flotim mendesak perlunya mengatasi krisis air, listrik dan masalah Perda Nomor 16 Tahun 2015. Demonstran mengkritisi langkah penertiban oleh kepolisian tanpa berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan DPRD.
Sadar Flotim juga menilai penegakkan perda seharusnya menjadi kewenangan Pol PP, bukan polisi. Dan mendesak Kapolres Flotim, AKBP Ferry Boedhianto untuk meninggalkan Flotim.*
Ikuti terus berita-berita terkini dan menarik dari http://pos-kupang.com atau http://kupang.tribunnews.com
Like Facebook www.facebook.com/poskupang
Follow Twitter https://twitter.com/poskupang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/aksi-demo-di-larantuka_20160224_234314.jpg)