Liputan Khusus

Pemkot Kupang Masih Setengah Hati Menata Obyek Wisata

Obyek wisata Pantai Batu Nona di Oesapa memiliki keindahan alam laut yang eksotis namun sayang objek wisata

Penulis: PosKupang | Editor: Dion DB Putra
Pos Kupang/ Hermina Pello
KATA HATI - Tokoh masyarakat Oesapa Barat, salmon Tasek menyampaikan kata hati pada saat peresmian kawasan ekowisata mangrove dan katu kapala beach di oesapa barat, sabtu (13/2/2016 

POS KUPANG.COM, KUPANG -Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang dilukiskan masih setengah hati dalam menata berbagai obyek wisata alam di Kota Kupang.

Beberapa obyek wisata di kota ini indah, eksotik dan sarat nilai sejarah, tetapi tidak didukung sarana prasarana yang memadai. Hal ini bisa dilihat di beberapa destinasi pariwisata yang selama ini sudah terkenal seperti Pantai Lasiana, Pantai Nunsui, Pantai Batu Nona, Pantai Paradiso, Pantai Ketapang Satu, Pantai LLBK yang dikenal dengan sebutan Pantai Tedys, Pantai Namosain atau Namosain Beach, Gua Monyet Alak, Gua Monyet Walikota, Taman Nostalgia dan beberapa tempat lainnya.

Obyek wisata Pantai Batu Nona di Oesapa memiliki keindahan alam laut yang eksotis namun sayang objek wisata dengan deretan pohon lontar diatas pesisir itu tidak didukung dengan fasilitas yang memadai. Selain tidak memiliki lopo untuk berteduh akses jalan masuk ke pantai Batu Nona sebagian besar rusak parah dan tidak ada tempat duduk untuk pengunjung.

"Alamnya indah dan eksotis namun pengunjung yang datang sering mengeluh kepanasan karena tidak ada lopo (rumah tradisional orang Timor). Juga tempat duduk untuk pengunjung belum ada dan jalan masuk rusak parah," ujar pengunjung Pantai Batu Nona, Yesi Kongo (20), kepada Pos Kupang, Jumat (19/2/2016) siang.

Terik matahari siang itu pukul 12.00 Wita cukup menyengat kulit. Sekitar enam pasangan muda mudi tengah asyik ngobrol di barisan pohon lontar. Karena tidak ada tempat berteduh pasangan muda- mudi ini berteduh di balik kendaraan mereka masing-masing yang sengaja diparkir di bawah pohon lontar.

Pengurus Wisata Batu Nona, Adi Mandala, mengatakan, daerah wisata Batu Nona saat ini dalam tahap pembangunan. Sarana lopo dan akses jalan masuk merupakan prioritas.

"Lokasi wisata ini kami bangun, kelola dan kembangkan sendiri tanpa campur tangan pemerintah. Dengan dana yang ada kami membangunnya secara bertahap," ujar Adi.

Ia mengatakan, di tempat ini pada hari-hari biasa tidak dipungut biaya, sedangkan hari Sabtu dan Minggu untuk kendaraan roda dua dipungut biaya Rp 2.000/per orang. Kendaraan roda empat tarif masuk Rp 5.000/kendaraan.

Pantauan Pos Kupang di Pantai Batu Nona ditemui banyak sampah berserakan di pesisir. Belum ada lopo atau tempat duduk untuk para pengunjung. Fasilitas yang ada seperti cafe dan resto tampak sepi karena pengunjung membawa makanan dari rumah ketimbang membeli di cafe atau resto dengan harga yang cukup mahal.

Lokasi wisata pantai Hutan Mangrove Oesapa sebagai destinasi baru wisata di Kota Kupang, kini menjadi tempat favorit bagi warga Kota Kupang untuk rekreasi. Obyek wisata itu baru diresmikan Walikota Kupang, Jonas Salean beberapa waktu lalu. Lokasi ini ramai dikunjungi warga Kota Kupang dan sekitarnya sejak penghujung tahun 2015.

Informasi tentang indahnya lokasi wisata Hutan Mangrove Oesapa menyebar luas melalui media sosial terutama facebook ketika pengunjung selfi. Pantauan Pos Kupang, Jumat (19/2/2016), obyek wisata baru Pantai Hutan Mangrove Oesapa, indah dan asyik untuk berwisata. Untuk mencapai lokasi wisata ini, pengujung bisa masuk melalui jalan gang di samping Supermarket Dutalia, berbelok sedikit ke kanan, kemudian ke kiri.

Dari depan akan terlihat tambak ikan di bagian kanan jalan masuk menuju lokasi wisata Hutan Mangrove. Melewati tambak ikan ada dua tiang dari semen seperti pintu masuk kawasan Pantai Wisata Hutan Mangrove Oesapa. Pengunjung berkendaraan roda dua atau roda empat akan diarahkan petugas parkir kendaraan secara teratur.

Di sekitar tempat parkir kendaraan, ada beberapa warga yang menjual minuman ringan. Mereka membuat tenda kecil untuk tempat jualan. Ada juga bangunan Pos Pemantau Kawasan Pariwisata Hutan Mangrove Oesapa.

Lokasi tempat parkir dan bangunan pos pemantau tepat berada di tepi pantai. Kalau air laut pasang, biasanya bibir pantai berada di belakang bangunan pos pemantau tersebut. Kalau air laut surut, kawasan hutan mangrove terlihat mengering atau berlumpur.

Antara bibir pantai dan kawasan hutan mangrove ke arah laut, ada bangunan dari kayu berbentuk memanjang berupa jembatan kayu. Bangunan jembatan kayu ini berbentuk huruf L, lurus ke arah selatan sejajar bibir pantai lalu berbelok lurus ke arah laut Teluk Kupang, menerobos kawasan hutan Mangrove Oesapa yang hijau.
Jembatan kayu ini cukup kokoh dengan tinggi sekitar dua meter, lengkap dengan tiang penyangga di samping kiri dan kanan jembatan kayu sebagai pegangan bagi pengunjung.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved