Kontroversi LGBT

Wilhemus Nahak: Waria itu Tetap Anak Saya

Wilhelmus Nahak, ayah Natacya Gonsalves Nahak, dan Marince Lulu, ibu Zamantha Karen, menerima pilihan hidup yang telah diambil anaknya sebagai waria

Wilhemus Nahak: Waria itu Tetap Anak Saya
ist
Wilhelmus Nahak

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Wilhelmus Nahak (65), ayah Natacya Gonsalves Nahak, dan Marince Lulu, ibu Zamantha Karen, mengaku menerima pilihan hidup yang telah diambil anaknya untuk menjadi seorang wanita pria (waria).

Wilhelmus mengatakan, dia sudah melihat perubahan Natacya saat SMP ketika Natacya memotong alisnya. "Saat itu dia baru pulang liburan dari Kupang dan kembali ke Timtim (Timor Leste, Red). Saya tanya, katanya alis begitu lagi ngetrend di Kupang," kata Wilhelmus, di kediamannya, Minggu (14/2/2016) malam.

Sejumlah teman Wilhelmus terus membicarakan perubahan tampilan Natacya.

"Penyanyi Tony Parera pernah bilang ke saya, Emus, anakmu cantik sekali. Saya tanya, siapa? Dia bilang Natacya, tapi saya bingung Natacya siapa? Tony bilang Natacya itu anak laki-laki saya," kata pria asal Kabupaten Belu ini.
Lama-kelamaan Wilhelmus melihat sendiri perubahan fisik Natacya dan hal itu tidak dipersoalkannya. Wilhelmus mengaku tidak malu memiliki anak waria.

"Kalau saya malu, apalagi kalau saya menyiksanya, memukulinya, maka pasti saya akan berdosa. Baik tidak baik, Natacya tetap anak saya dan saya bangga meski dia seorang waria," kata kakek lima cucu ini.

Menurut Wilhelmus, dulu dia menduga waria adalah penyakit keturunan karena keluarganya juga ada yang waria. Namun, akhirnya dia tahu dan paham bahwa waria itu bukan penyakit tapi karena pilihan hidup setiap orang.

Wilhelmus menilai hal itu ujian iman baginya dan dia selalu berpesan agar Natacya terus menjaga diri dan tidak bikin masalah hingga berurusan dengan hukum.

"Saya pesan dia harus bekerja secara halal agar bisa punya penghasilan sendiri dan tidak membebankan keluarga. Harus rajin ke Gereja, berdoa, dan berbuat baik bagi saudara dan orang lain. Jangan sakiti hati orang," kata Wilhelmus.

Mengenai pacar anaknya, kata Wilhelmus, dia sering berpesan kepada laki-laki yang memacari anaknya agar bisa menjalin hubungan dengan baik. Jika cocok silahkan terus bersama tapi jika tidak cocok, berpisahlah dengan baik dan tidak saling dendam.

"Saya serahkan semua kepada Natacya, jika dia mau kembali sebagai laki-laki normal dan memberikan keturunan kepada saya, saya bahagia. Tapi kalau dia mau tetap jadi waria dan hidup bersama pria, saya juga bahagia. Itu pilihan hidupnya," kata mantan pegawai RRI Timtim ini.

Wilhelmus berharap agar orangtua lain yang memiliki anak dengan orientasi seks yang berbeda seperti LGBT, hendaknya bisa menerimanya dan tidak melakukan tindakan kekerasan. "Memukul tidak menyelesaikan masalah. Memaksa dia untuk kembali ke kodratnya juga tidak bisa karena itu pilihan hidupnya. Biarkan anak kita memilih," ujarnya.

Hal senada disampaikan Marince Lulu. "Awalnya memang berat menerima kondisi ini. Tapi kami bisa melaluinya dan sangat menghargai pilihan Karen sehingga kami tidak pernah memarahi apalagi memukulinya. Hanya kami tetap punya kerinduan Karen bisa kembali menjadi laki-laki. Biarkan Tuhan dan waktu yang menjawabnya," kata Marince, Rabu (17/2/2016) sore.

Menurut Marince, apapun keberadaan dan pilihan Karen, Karen tetap anaknya. "Orang lain mau bilang apapun, biang anak saya meme, bilang anak saya banci, saya tidak peduli. Karen tetap anak yang saya cintai dan banggakan," kata Marince.

Marince mengaku sangat bangga kepada Karen karena tidak pernah lupa berdoa dan memberikan perpuluhan ke Gereja.

"Saya bangga banyak kegiatan positif yang dilakukannya. Dan setiap kali menerima uang dalam amplop, dia selalu memanggil saya di kamar, kami berdoa lalu dia minta saya yang buka amplopnya dan langsung memisahkan perpuluhan untuk Gereja," kata Marince. (vel)

Penulis: omdsmy_novemy_leo
Editor: omdsmy_novemy_leo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved